Getaran Gempa di Lampung Ternyata Berpusat di Sumur Banten, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Berasal dari Sumur, Banten.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, LampungWarga di Lampung sempat dihebohkan oleh getaran gempa yang terasa pada Rabu pagi, 9 Juli 2025. Setelah dicek ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diketahui bahwa pusat gempa berada di wilayah Sumur, Banten, yang letaknya tidak terlalu jauh dari Lampung.

img_title Viral Dikira Berdiri di Tengah Bukit, Begini Fakta Lokasi Koperasi Merah Putih di Tanggamus

Kesaksian Warga di Lampung

Resti, seorang warga di Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, merasakan getaran tersebut. "Ya di Tanjung Senang Kota Bandar Lampung tiba-tiba seperti di atas kapal goyang-goyang, tapi di rumah hanya saya yang merasa, suami tidak, dan untuk tetangga tidak terlalu heboh," ujarnya.

img_title Gunung Anak Krakatau Pancarkan Sinar Api, Asap Kelabu Tebal Membubung 200 Meter

Sementara itu, Komang, warga di Pringsewu, juga mengaku merasakan gempa di daerahnya. "Pringsewu Pagelaran kerasa getaran gempa, karena rak piring sampai goyang," tuturnya.

Data Resmi dari BMKG

img_title Sinergi Pemkab dan Polri, Temu Warga di Mekar Jaya Sepakati Solusi Kamtibmas hingga Krisis Air

Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 5.4 ini terjadi di wilayah barat Sumur, Banten, pada Rabu pagi, 9 Juli 2025, pukul 06:50:39 WIB. Informasi ini disampaikan oleh BMKG melalui situs resminya.

Gempa berpusat di laut, berjarak sekitar 95 kilometer barat Sumur, Banten, dengan titik koordinat sekitar 6.97 LS dan 104.82 BT, dan kedalaman 24 kilometer. Meskipun tergolong cukup kuat, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau dampak signifikan akibat gempa tersebut.

"Telah terjadi Gempa bumi di SUMUR-BANTEN pada hari Rabu, 9 Juli 2025 06:50:39 WIB dengan magnitudo: M 5.4, lokasi: di laut 95 km Barat SUMUR-BANTEN, kedalaman: 24 Km, potensi gempa: Tidak dirasakan," tulis BMKG dalam keterangannya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, serta tidak mudah terpancing isu atau berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.(Putra)