Toleransi Umat Beragama di Bandar Lampung

Pecalang saat bagikan takjil
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Warga di Kelurahan Labuhan Dalam, Bandar Lampung, kembali menunjukkan bukti nyata kerukunan antarumat beragama

img_title Sangat Tinggi, Indeks Kerukunan Umat Beragama Lampung 2025 Tembus 80,36 Lampaui Nasional

Sejak puluhan tahun lalu, tradisi toleransi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, termasuk di bulan suci Ramadan 1446 Hijriah ini. 

Umat Hindu dengan penuh kehangatan berbagi berkah dengan membagikan takjil kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

img_title Lantik Nur Mahfud Jadi Ketua Baznas, Bupati Egi Tekankan Integritas Pengelolaan Dana Umat

Pecalang, ibu-ibu, serta pemuda-pemudi Hindu bergotong royong menyiapkan berbagai menu berbuka puasa. 

Takjil seperti kolak, minuman segar, dan hidangan lainnya dibagikan kepada pengendara yang melintas, bahkan diantarkan langsung ke masjid-masjid sekitar.

img_title Imlek dan Ramadan 2026 Berdekatan, FKUB Lampung Ajak Warga Perkuat Harmoni

Nyoman Naditiha Surya, salah satu pecalang setempat, mengungkapkan bahwa sikap toleransi tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu, tetapi juga dijaga oleh umat Muslim. 

Saat Hari Raya Nyepi atau Natal, warga Muslim di lingkungan tersebut turut menjaga kondusivitas sebagai bentuk solidaritas.

"Kami di sini sudah terbiasa saling menghormati. Saat umat Islam berpuasa, kami ikut berbagi. Begitu juga saat umat Hindu merayakan Nyepi, warga Muslim membantu menjaga ketertiban," ujar Nyoman.

Ketua RT setempat, Hadi Mulyono, turut mengapresiasi kebersamaan ini. Menurutnya, sikap saling menghargai adalah kunci utama dalam kehidupan sosial.

"Semoga nilai-nilai toleransi ini terus dijaga oleh generasi mendatang. Hidup rukun seperti ini menunjukkan betapa indahnya keberagaman," katanya.

Tradisi berbagi ini menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. 

Harmoni yang terjalin di Labuhan Dalam mencerminkan semangat kebersamaan yang patut dicontoh oleh masyarakat luas. (*)