Imlek dan Ramadan 2026 Berdekatan, FKUB Lampung Ajak Warga Perkuat Harmoni

Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Dr. H. M. Bahruddin, M.A.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Raya Imlek dan awal Ramadan 1447 H sebagai sarana memperkuat toleransi

img_title HUT Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Selatan Gelar Lomba MHQ Diikuti 652 Peserta

Sebagai informasi, Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari 2026, disusul awal puasa Ramadan yang diprediksi jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.

Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Dr. H. M. Bahruddin, M.A., menyampaikan ucapan selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bagi warga Tionghoa dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat Muslim.

img_title Amphiteater Budaya Disiapkan di Way Sekampung, Pringsewu Sekaligus Bidik Venue PON 2032

Mengingat dua hari besar ini berlangsung hampir bersamaan, FKUB Lampung mengeluarkan tiga imbauan utama bagi masyarakat yakni masyarakat diharapkan memberikan ruang bagi warga Tionghoa untuk merayakan Imlek dengan kondusif sebagai bentuk syukur atas keberagaman di Lampung.

Kedua, tenggang rasa dalam perayaan. Mengingat perayaan Imlek berdekatan dengan persiapan Ramadan, warga Tionghoa diimbau merayakannya dengan sukacita namun tetap menjaga tenggang rasa terhadap umat Islam yang sedang menyambut bulan suci.

img_title Wujud Toleransi, Sinergi Aparat dan Warga Amankan Ibadah Paskah di Tanjung Senang

Ketiga, menjaga kesucian Ramadan. Seluruh masyarakat diminta menjaga kondusivitas dengan menghormati umat yang berpuasa, seperti tidak makan dan minum di tempat terbuka.

Selain itu, Prof. Bahruddin mengimbau para pengurus atau Takmir Masjid dan Mushalla agar bijak dalam penggunaan pengeras suara.

"Gunakan pengeras suara sebagai sarana syiar secara bijak demi terciptanya kenyamanan dan toleransi yang kokoh di provinsi yang kita cintai ini," tegasnya.

FKUB berharap semangat Gong Xi Fa Chai dan suasana khidmat Ramadan tahun ini menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga identitas Lampung sebagai daerah yang harmonis, rukun, dan damai. (*)