Hadapi Dampak Perang Timur Tengah, PBNU Ajak Lembaga Zakat Perkuat Program Pemberdayaan
- Istimewa
Bandar lampung, Lampung – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekankan pentingnya peran zakat sebagai instrumen utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah situasi krisis global.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU, H. Amin Said Husni, dalam acara Halal Bihalal Perkumpulan Organisasi Zakat (Poroz) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2026).
Menyampaikan pesan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Amin Said mengapresiasi capaian pengumpulan zakat lembaga-lembaga di bawah naungan Poroz yang terus meningkat setiap tahun.
Namun, ia mengingatkan bahwa potensi zakat yang besar harus dibarengi dengan kolaborasi program yang nyata.
"Ketua Umum berharap lembaga amil zakat di Poroz tidak hanya fokus pada pengumpulan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan agar manfaat zakat lebih terkonsentrasi dan berdampak nyata," ujar Amin Said, dikutip dari NU Online.
PBNU juga menyoroti pentingnya mitigasi dampak konflik di Timur Tengah yang berimbas pada stabilitas ekonomi di Indonesia.
Ketegangan internasional dinilai berisiko mengganggu pasokan energi dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat memperparah kemiskinan.
Sebagai langkah nyata, PBNU menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Masyarakat. Program ini dirancang untuk membantu warga menghadapi krisis ekonomi akibat dinamika global.
Amin Said menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli dan kesejahteraan warga di tengah ancaman inflasi global.
"Zakat sebetulnya sangat diharapkan untuk bisa menjadi solusi dalam meningkatkan ketahanan masyarakat agar lebih kuat menghadapi berbagai krisis," pungkasnya. (*)