Tak Perlu Menunggu Arus: Pekon Umbar di Lampung Kini Terhubung

Jembatan Garuda yang baru di resmikan di Way Umbar
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Selama bertahun-tahun, sungai di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, menjadi penentu langkah warga. 

img_title Tak Hanya Latihan Militer, Prajurit Kodam XXI/Radin Inten Kini Belajar Mandarin

 

Saat arus tenang, aktivitas berjalan. Ketika air meninggi, banyak urusan harus ditunda. Kini, kendali itu tak lagi berada di sungai. 

img_title Mencari Keadilan, Keluarga Korban Pembunuhan Minta Bantuan Hotman Paris

Warga saat menyeberangi sungai

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

img_title Viral Dikira Berdiri di Tengah Bukit, Begini Fakta Lokasi Koperasi Merah Putih di Tanggamus

Jembatan Gantung Garuda hadir, mengakhiri keterpisahan yang lama diterima sebagai keseharian.

 

Jembatan gantung tersebut diresmikan pada Selasa (30/12/2025). Sejak pagi, warga berdatangan ke tepi sungai, menyaksikan langsung bangunan yang selama ini mereka nantikan. 

 

Tidak sedikit yang berhenti sejenak, memandang jembatan dengan ekspresi lega—seolah memastikan bahwa akses aman itu benar-benar ada.

 

Bagi masyarakat Pekon Umbar, jembatan bukan simbol kemegahan. Ia adalah jawaban atas kebutuhan paling mendasar. 

 

Bertahun-tahun, sungai membatasi pergerakan hasil pertanian, menghambat anak-anak menuju sekolah, dan menyulitkan warga menjangkau layanan kesehatan, terutama saat cuaca buruk.

 

Juwita, warga setempat, menyebut kehadiran jembatan ini sebagai perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Ia mengingat betul bagaimana anak-anak harus menunggu air surut untuk berangkat sekolah, bahkan kerap membatalkan perjalanan ketika arus terlalu deras.

 

“Sekarang kami lebih tenang. Anak-anak bisa menyeberang tanpa takut. Kalau ada yang sakit, jalannya tidak lagi terputus,” ujar Juwita.

 

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden, TNI, serta jajaran Kodam XXI/Radin Inten yang telah membangun kembali jembatan tersebut. 

 

Menurutnya, jembatan ini menjadi bukti bahwa kebutuhan warga di wilayah terpencil tetap mendapat perhatian.

Pangdam dan Bupati saat meresmikan jembatan garuda

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat roda ekonomi masyarakat.

 

“Jembatan ini dibangun untuk memastikan akses masyarakat lebih baik, terutama bagi anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi warga. Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” kata Kristomei.

 

Jembatan sepanjang 120 meter itu diselesaikan dalam waktu sekitar enam hari. Proses pembangunannya melibatkan partisipasi warga melalui gotong royong, sehingga keberadaannya menjadi tanggung jawab bersama.

 

Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desa. 

Halaman Selanjutnya
img_title