Capaian 2025 dan Arah Pengembangan ITERA
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menutup tahun 2025 dengan serangkaian capaian strategis yang menandai fase baru dalam perjalanan institusionalnya.
Setelah lebih dari satu dekade berdiri, perguruan tinggi teknologi di Lampung ini tidak lagi sekadar bertumbuh, tetapi mulai memantapkan peran sebagai salah satu penggerak pengembangan sains dan teknologi di Pulau Sumatera.
Rektor ITERA, I Nyoman Pugeg Aryantha dalam Taklimat Media pada Rabu, 17 Desember 2025 mengatakan, sepanjang tahun ini, kampus ini mencatat kemajuan pada berbagai sektor, mulai dari peningkatan status akreditasi, penguatan mutu akademik.
Kemudian, konsistensi prestasi mahasiswa di tingkat nasional, hingga lonjakan kinerja riset dan inovasi yang semakin diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat.
Capaian tersebut mencerminkan transisi dari kampus rintisan menuju perguruan tinggi teknologi yang kian matang.
Tonggak penting dicapai melalui perolehan akreditasi institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Status yang berlaku sejak 7 Oktober 2025 hingga 7 Oktober 2030 itu menjadi pengakuan atas peningkatan kualitas tata kelola, sistem pembelajaran, sumber daya manusia, serta penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.
Fondasi SDM dan Kapasitas Institusi
Dari sisi kelembagaan, perguruan tinggi ini ditopang oleh 778 dosen dan 318 tenaga kependidikan yang melayani 23.841 mahasiswa.
Pertumbuhan jumlah mahasiswa dalam satu dekade terakhir mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik, sekaligus menuntut penguatan layanan akademik dan infrastruktur secara berkelanjutan.
Pengembangan pendidikan lanjut juga menjadi fokus. Hingga 2025, institusi ini mengelola 643 mahasiswa program magister (S-2), 58 mahasiswa doktor (S-3), serta 77 mahasiswa doktoral yang masih menempuh studi.
Penguatan pascasarjana dipandang sebagai fondasi penting untuk membangun ekosistem riset yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Mutu Akademik dan Akreditasi Program Studi
Peningkatan kualitas pendidikan tercermin dari capaian akreditasi program studi. Hingga akhir 2025, kampus teknologi tersebut memiliki lima program studi berakreditasi Unggul, yakni Teknik Mesin, Teknik Geofisika, Kimia, Sains Aktuaria, serta Sains Atmosfer dan Keplanetan.
Selain itu, 15 program studi berstatus Baik Sekali dan 22 program studi lainnya terakreditasi Baik.
Capaian ini menunjukkan perbaikan berkelanjutan pada kurikulum, metode pembelajaran, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri dan pembangunan wilayah Sumatera.
Lulusan dan Serapan Dunia Kerja
Sejak meluluskan alumni pertamanya pada 2016, institusi pendidikan tinggi ini telah menghasilkan 11.961 lulusan bidang teknik dan sains.
Mayoritas alumni terserap di sektor swasta sebesar 71,3 persen, disusul sektor pemerintahan 20,7 persen, serta wirausaha 5,7 persen.
Komposisi tersebut menggambarkan kontribusi nyata kampus ini dalam menyediakan tenaga profesional bagi sektor industri, infrastruktur, energi, dan teknologi yang terus berkembang.
Prestasi Mahasiswa yang Konsisten
Di bidang kemahasiswaan, prestasi yang diraih menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, mahasiswa berhasil membawa pulang medali emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38, sekaligus menempatkan perguruan tinggi ini di peringkat keenam nasional pada ajang tersebut di Makassar.
Prestasi lain juga dicatat melalui Juara I kategori Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI), juara favorit PKM Gagasan Futuristik Tertulis, serta juara nasional Bakti Desa 2025 pada cabang inovasi pengabdian masyarakat.
Di luar akademik, mahasiswa turut mengharumkan nama kampus lewat medali emas pencak silat PON Beladiri 2025 dan prestasi pada Kontes Kapal Indonesia.
Riset, Inovasi, dan Kekayaan Intelektual
Pada sektor penelitian, capaian signifikan ditunjukkan dengan keberhasilan masuk Klaster Utama Perguruan Tinggi berdasarkan penilaian kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hingga 2025, tercatat 1.133 publikasi terindeks Scopus dengan total 5.503 sitasi.
Produktivitas tersebut juga melahirkan 283 hak cipta, 32 paten granted, serta 107 paten terdaftar, menandai pergeseran riset dari orientasi publikasi menuju inovasi yang siap dihilirkan dan dimanfaatkan.
Inovasi Berkelanjutan dan Transformasi Digital
Sebagai kampus dengan konsep smart, friendly, and forest campus, berbagai inovasi berkelanjutan terus dikembangkan.
Di antaranya bus kampus berkonsep carbon capture transportation, pengelolaan limbah air wudhu melalui menara hidroponik, serta pengembangan padi lahan kering berbasis smart farming.
Perguruan tinggi ini juga menjadi yang pertama di Lampung menerapkan layanan ijazah digital, termasuk transkrip akademik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dengan standar keamanan tinggi dan kemudahan akses bagi lulusan.
Pengabdian Masyarakat dan Jejaring Global
Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, lebih dari 15.000 mahasiswa telah diterjunkan melalui 13 periode Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke 664 desa di Lampung dan sejumlah daerah lain di Indonesia.
Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi langsung kampus terhadap pembangunan berbasis pengetahuan.
Di tingkat global, jejaring kerja sama akademik dan riset terus diperluas dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Asia, Eropa, hingga Australia, sebagai bagian dari strategi internasionalisasi.
Arah Masa Depan
Memasuki 2026, institusi ini menargetkan percepatan transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (BLU), penguatan inkubator bisnis dan akselerator hilirisasi riset, serta pengembangan program wakaf iptek bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia.
Dengan capaian tersebut, kampus teknologi di Sumatera ini menegaskan diri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya tumbuh secara institusional, tetapi juga semakin relevan, berdampak, dan berdaya guna bagi masyarakat luas. (*)