Wanita Petani Ditemukan Tewas di Lampung, Warga Sebut Korban Dikenal Ramah

Korban saat ditemukan
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Suasana duka menyelimuti Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, setelah seorang wanita petani berusia 31 tahun SS ditemukan tewas secara mengenaskan di area perkebunan karet pada Sabtu malam.

img_title Lima Kali Setubuhi Wanita Disabilitas Mental, Petani di Pesisir Barat Ditangkap Polisi

 

Korban yang sehari-hari dikenal warga sebagai petani jagung dan cabai ditemukan dalam kondisi memilukan. Tangan korban terikat ke belakang dengan kain, mulutnya tersumpal sehelai pakaian, dan bagian bawah tubuhnya tanpa busana.

img_title Demi Foya-Foya, IRT di Pesisir Barat Nekat Gelapkan dan Gadai 11 Mobil Rental

Warga menunjukkan lokasi penemuan korban

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

img_title Kepergok Ambil Ponsel di Stang Motor, Pria di Palas Nyaris Dimassa Sebelum Diamankan Polisi

Fauzan, salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka korban mengalami nasib tragis. 

 

“Orangnya baik, sopan, dan ramah. Kami biasa lihat dia di kebun. Dia belum menikah,” kata Fauzan, Senin (26/5/2025). 

Sukati Ibu Korban

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

Ibunda korban, Sukati, mengatakan anaknya merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Ia berharap polisi bisa mengungkap pelaku dan memberikan keadilan untuk keluarganya. 

 

Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk keperluan autopsi. Pihak keluarga dan warga desa berharap hasilnya bisa segera memberi kejelasan atas tragedi memilukan tersebut.

Kapolsek Natar, AKP Setio Budi Howo

Photo :
  • Foto Dokumentasi Riduan

 

Kapolsek Natar, AKP Seto Budi Howo, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dan menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. 

 

“Dugaan sementara memang mengarah pada tindak pelecehan seksual dan pembunuhan, tapi semua masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik,” pungkasnya. (*)