Duka Mendalam Dirasakan Korban Jambret Di Pringsewu Meninggal Dan Patah Kaki

Kondisi Korban Penjambretan
Sumber :
  • Istimewa

Lampung –Nasib malang menimpa Nadrotul Hasanah. Gadis belia berusia Lima Belas Tahun. Kini, iapun harus terbaring karena alami patah kaki sebelah kanan. Sedangkan, temannya Dini Nur Aziza (14) pergi untuk selama lamanya. 

img_title Polisi Bekuk Lima Orang dalam Kasus Curas di Natar, Motor Korban Dijual Rp7 Juta

Korban, Nadrotul Hasanah yang masih duduk di bangku kelas lX Sekolah Menengah Pertama harus menahan rasa sakit akibat kaki kanannya patah.

Pun juga, Dini Nur Aziza harus pergi untuk selama lamanya. Dan, iapun masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama.

img_title Empat Pelaku Begal di Metro Ditangkap, Tiga di Antaranya Masih Pelajar

Peristiwa itu, karena ulah dua pelaku jambret. Gadis belia itu harus kehilangan teman dan juga tetangga dekatnya. Rumah kediaman kedua korban jambret berjarak sekitar 30 M. 

Malam itu, korban bersama temannya mengendarai sepeda motor berboncengan hendak menuju ke Kalirejo Lampung Tengah. 

img_title Pura-Pura Dirampas Mobil Stiker Labubu, Remaja di Jati Agung Buat Laporan Palsu Usai Gadaikan Motor

Namun, dalam perjalanan motor korban dipepet oleh motor berboncengan yang dikendarai dua orang laki laki yang tak dikenalnya. 

Saat itu, korban yang sedang memegang hanphone langsung dijambret oleh laki laki itu. Dan, kendaraan penjambret langsung tancap gas.

Karena takut kehilangan handphone, motor yang dikendarai teman korban langsung ditancap gasnya untuk mengejar pelaku yang terlebih dahulu kabur meninggalkan korban dengan hasil jambretan.

Aksi kejar kejaran pun terjadi. Namun, karena kendaraan bermotor korban tak bisa ngebut akhirnya hanya berjarak kurang lebih 30 M. 

Sesampainya di Desa Sinar Marga Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah motor korban oleng sehingga menabrak rumah warga.

Isak tangispun pecah, disaat mobil Ambulànce yang membawa jenazah korban tiba rumah duka. Orang tua, saudara, teman dan tetangga terus berdatangan kerumah duka setelah mendengar kabar gadis belia itu tutup usia.

Malam itu pun, setelah jenazah dimandikan, di salatkan langsung di makamkan. 

Semua tak menyangka, kejadian begitu cepat. Hal itu terucap dari salah satu warga yang mengenal sosok keduanya. 

"Keduanya masih sekolah dan di Pondok pesantren. Anaknya begitu baik dan santun. Dan, tak menyangka akan terjadi seperti ini dan begitu cepat," ucapnya.

Kami hanya berharap pelaku bisa ditangkap dan dihukum seadil adilnya.

Halaman Selanjutnya
img_title