Asa Baru Jembatan Gantung Cukuh Balak Usai Direnovasi Polres Tanggamus
- Istimewa
Tanggamus, Lampung – Selama hampir empat tahun, bentangan papan kayu yang melapuk di Jembatan Gantung Merah Putih menjadi mimpi buruk harian bagi warga Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak.
Tak kurang dari sepuluh kali warga terperosok hingga patah tulang demi menyeberangi jalur vital tersebut.
Namun, suasana mencekam di atas jembatan gantung sepanjang puluhan meter itu perlahan sirna pada Selasa (1/9/2026).
Pemandangan hangat tampak saat Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko, bersama rombongan kepolisian, TNI, aparat pekon, relawan Tagana, hingga warga setempat bahu-membahu menenteng kayu, menyiapkan peralatan, dan menguas tiang pengait jembatan secara gotong royong.
Kerja bakti ini menjadi jawaban atas keluhan 200 kepala keluarga di dua pekon, serta ratusan anak sekolah yang mempertaruhkan keselamatan mereka saban hari.
Apalagi saat musim hujan tiba dan luapan air sungai menutup akses jalan bawah, jembatan gantung berusia 25 tahun ini menjadi satu-satunya urat nadi mobilitas warga.
"Hari ini kita bersama-sama bergotong royong merehabilitasi Jembatan Merah Putih ini. Kami pastikan mandor dan tukangnya memasang material yang benar-benar kuat agar jembatan ini aman dan tahan lama digunakan masyarakat," ujar AKBP Rahmad Sujatmiko di sela-sela aksi gotong royong.
Tak hanya papan tumpuan yang diperbarui dan seling baja yang diperkokoh, Kapolres Tanggamus juga memboyong dua unit lampu bertenaga surya (solar panel).
Bantuan penerangan ini dipasang untuk memotong pekatnya malam yang selama ini menambah kecemasan warga saat harus melintas.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, renovasi dilakukan untuk memastikan jembatan tersebut kembali aman dan dapat digunakan masyarakat dengan lebih baik.
"Kita melaksanakan renovasi Jembatan Merah Putih di Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak. Ini merupakan perdana kita melaksanakan renovasi jembatan dan kita bersama-sama bergotong royong untuk membangun serta memperbaiki jembatan ini," kata AKBP Rahmad Sujatmiko.
Ia menegaskan, kekuatan dan ketahanan jembatan menjadi perhatian utama dalam proses renovasi. Material yang dinilai tidak layak atau tidak cukup kuat akan diganti agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.