Wapres Gibran Naik Getek Seberangi Sungai Way Bungur, Targetkan Jembatan Rampung Akhir Juli 2026
- Lampung.viva
Lampung Timur, Lampung – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raqa, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, pada Rabu (15/7/2026) siang.
Kunjungan kerja ini dilakukan untuk merespons kondisi darurat aksesibilitas di wilayah tersebut. Selama bertahun-tahun, ratusan pelajar dan warga setempat harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dalam yang dihuni buaya liar menggunakan perahu getek kecil demi bisa bersekolah.
Tidak sekadar melihat lembaran cetak biru (masterplan) dan mendengarkan pemaparan teknis dari petugas proyek di lapangan, Wapres Gibran membuat kejutan dengan memilih turun langsung menaiki perahu getek tradisional untuk menyeberangi sungai.
Langkah ini diambil Wapres guna merasakan langsung perjuangan berat dan ancaman bahaya keselamatan yang saban hari dihadapi oleh para murid sekolah dan masyarakat Way Bungur.
"Pekerjaan konstruksi Jembatan Perintis Garuda Way Bungur ini harus dikebut dan kami targetkan selesai dalam dua minggu ke depan, alias akhir Juli 2026 ini," tegas Gibran di lokasi peninjauan.
Wapres menambahkan, meski jembatan perintis ini nantinya baru bisa menampung pejalan kaki dan kendaraan roda dua, kehadirannya akan sangat memotong rantai bahaya bagi anak-anak sekolah.
Pemerintah Pusat juga tengah merancang pembangunan jembatan utama permanen ke depan agar kendaraan berat dan distribusi logistik bisa melintas.
Usai memastikan progres fisik jembatan darurat tersebut berjalan lancar, Wapres Gibran menyempatkan diri menyapa riuh warga dan pelajar yang menunggu di sekitar bantaran sungai.
Dalam kunjungan kerja di Lampung Timur, Wapres Gibran menyambangi SMP 1 Muhammadiyah Way Bungur untuk membagikan buku tulis secara gratis bagi anak-anak sekolah sekaligus menginstruksikan penyaluran dana bantuan renovasi gedung sekolah.
Kemudian berdialog langsung dengan para petani singkong setempat guna menampung keluhan rantai pupuk dan harga jual umbi di tingkat daerah, serta bertemu dengan para penggiat seni dan pariwisata di kawasan Situs Purbakala Pugung Raharjo untuk mendorong potensi wisata cagar budaya nasional. (*)