PNBP Visa Imigrasi Melejit Tembus Rp2,81 Triliun di Semester I 2026, Meski Diterpa Ketidakpastian Ekonomi Global
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi berbagai sektor, Direktorat Jenderal Imigrasi justru mencatatkan kinerja positif.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa pada Semester I Tahun 2026 meningkat 6,42 persen menjadi Rp2,815 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp2,645 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pelayanan keimigrasian berbasis kualitas dan selektivitas mulai membuahkan hasil, meski jumlah penerbitan visa secara keseluruhan mengalami penurunan.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa fokus Ditjen Imigrasi kini tidak lagi mengejar tingginya jumlah penerbitan visa, melainkan mengedepankan pelayanan yang efisien, berbasis digital, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap orang asing yang masuk ke Indonesia.
"Kami mengedepankan transformasi digital dan selective policy untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk ke Indonesia memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional, tanpa mengabaikan aspek keamanan negara," ujar Hendarsam, Senin (6/7/2026).
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Ditjen Imigrasi menerbitkan 3.924.500 visa atau turun 6,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4.209.465 visa.
Penurunan terbesar terjadi pada fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang anjlok hingga 87,91 persen, dari 438.423 menjadi hanya 52.999 penerbitan.
Namun demikian, visa kunjungan Indeks C1 justru mengalami pertumbuhan sebesar 2,76 persen dengan total 3.829.902 penerbitan, meningkat dibandingkan Semester I Tahun 2025 yang mencapai 3.726.855 visa.
Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara, Australia masih menjadi penyumbang terbesar dengan 848.802 kunjungan, diikuti China sebanyak 668.432 kunjungan, India 334.107, Korea Selatan 202.101, dan Amerika Serikat 186.463 kunjungan.
Sementara itu, implementasi program Golden Visa juga menunjukkan perkembangan positif dengan diterbitkannya 143 Golden Visa selama enam bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan jenis layanan, visa yang paling banyak diterbitkan adalah Visa on Arrival (VoA) sebanyak 3.481.490 visa. Selanjutnya, visa kunjungan Indeks C1 tercatat sebanyak 113.323 penerbitan, disusul visa kunjungan Indeks C20 untuk keperluan instalasi alat sebanyak 83.852 penerbitan.
Di bidang pengawasan, Ditjen Imigrasi juga memperkuat fungsi penegakan hukum. Selama Semester I Tahun 2026, tercatat 10.911 tindakan administratif keimigrasian telah dijalankan.
Sebanyak 3.260 di antaranya berupa pembatalan izin tinggal dan deportasi terhadap warga negara asing yang terbukti melakukan kegiatan berbahaya, mengancam keamanan dan ketertiban umum, maupun melanggar ketentuan perundang-undangan.