Viral Hewan Tapir di Mesuji Lampung, KSDA Imbau Masyarakat Tidak Ganggu Satwa Liar Dilindungi

Seekor tapir yang merupakan satwa liar yang dilindungi, berada di tengah Jalan Lintas Timur kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung.
Sumber :
  • Istimewa

Mesuji, Lampung – Sebuah video viral yang memperlihatkan seekor tapir yang merupakan satwa liar yang dilindungi, berada di tengah Jalan Lintas Timur kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.

img_title Selamat dari Penyelundupan, 977 Burung Bernapas Bebas di Register III Gunung Rajabasa

Dalam rekaman tersebut, tapir tampak diam di badan jalan sehingga menimbulkan anggapan bahwa satwa tersebut sedang kebingungan. 

Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah warga yang melintas kemudian berupaya menghalau tapir tersebut agar tidak berada terlalu lama di badan jalan guna menghindari risiko tertabrak kendaraan. 

img_title Coba Kelabui Petugas Pakai Kardus Cokelat, Pengiriman 977 Burung asal Sumsel Digagalkan di Bakauheni

Setelah diarahkan secara perlahan, tapir akhirnya berlari meninggalkan lokasi dan kembali memasuki kawasan hutan di sekitar Register 45.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, S.Hut., M.Sc., menjelaskan, berdasarkan keterangan Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama, Irhamuddin, S.P., perilaku tapir yang terlihat diam atau bergerak perlahan bukan berarti satwa tersebut kebingungan. 

img_title Disembunyikan di Bagasi Bus, Pengiriman 670 Burung Ilegal asal Sumsel Digagalkan di Bakauheni

Tapir merupakan satwa nokturnal yang lebih aktif pada malam hari dan umumnya beristirahat pada siang hari. Oleh karena itu, apabila dijumpai pada siang hari, gerakannya dapat terlihat lambat atau tampak seperti mengantuk.

Selain itu, tapir memiliki kemampuan penglihatan yang relatif terbatas. Satwa ini lebih mengandalkan indera penciuman dan pendengaran untuk mengenali kondisi di sekitarnya. 

Karena itu, tapir sering berhenti sejenak, mengendus udara, lalu bergerak secara hati-hati sebelum melanjutkan perjalanan. 

Perilaku tersebut kerap disalahartikan sebagai tanda kebingungan atau kehilangan arah. Padahal, secara alami tapir merupakan satwa yang berkarakter tenang dan cenderung menghindari konflik. Saat berhadapan dengan manusia, tapir umumnya memilih menghindar daripada bersikap agresif.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho, S.Si., M.A., menjelaskan bahwa kemunculan tapir di Mesuji Lampung menunjukkan masih adanya populasi satwa tersebut di lanskap hutan Mesuji. 

Namun demikian, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa habitat satwa liar berbatasan langsung dengan berbagai aktivitas manusia sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga kelestarian kawasan hutan beserta koridor alami yang menjadi jalur pergerakan satwa.

"Kemunculan tapir di sekitar jalan tidak selalu menunjukkan bahwa satwa tersebut keluar dari habitatnya atau kehilangan arah. Jalan tersebut berbatasan langsung dengan habitat alami tapir sehingga perjumpaan antara manusia dan satwa liar masih sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, menjaga kelestarian habitat dan konektivitas koridor satwa merupakan bagian penting dalam upaya konservasi agar satwa dapat tetap bergerak, mencari pakan, dan berkembang biak secara alami tanpa memicu konflik dengan manusia," ujarnya di dalam keterangannya pada Kamis, 2 Juli 2026

Halaman Selanjutnya
img_title