Anggaran 2026 Tembus Rp615 Miliar, BPJN Lampung Targetkan Preservasi 1.298 Km Ruas Jalan Nasional

Perbaikan jalan yang dilakukan
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa (Dji)

Bandar Lampung, Lampung – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp615 miliar untuk tahun anggaran 2026. Anggaran ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp592 miliar.

img_title Warga Blokade Jalan SMAN 1 Labuhan Ratu, Kecewa Anak Gagal PPDB di Lahan Hibah Sendiri

Kepala BPJN Lampung, M. Ali Duhari, menjelaskan bahwa dana tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp503 miliar dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp112 miliar. 

Seluruh anggaran ini akan digunakan untuk menjalankan 43 paket pekerjaan yang tersebar di 1.298 kilometer ruas jalan nasional se-Lampung.

img_title Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Sukabumi, Satu Orang Penumpang Motor Meninggal Dunia

"Untuk ruas jalan nasional sepanjang 1.298 kilometer, tahun 2026 kita memiliki total anggaran kurang lebih sebesar Rp615 miliar. Terdiri dari APBN sekitar Rp503 miliar dan SBSN sekitar Rp112 miliar," ujar Ali Duhari.

Dari total anggaran tersebut, terdapat 43 paket pengerjaan. Rinciannya, lima paket SBSN dengan skema Multiyears Contract (kontrak tahun jamak) senilai Rp112 miliar yang merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya. Sementara itu, 38 paket lainnya bersumber dari APBN dengan nilai kurang lebih Rp503 miliar.

img_title Wapres Gibran Tinjau Tol Palembang–Betung dan Jambi, Dorong Akselerasi Koridor Utama Jalan Tol Trans Sumatera

Ali menjelaskan, target penanganan jalan pada 2026 meliputi preservasi sepanjang 1.249,82 kilometer, rekonstruksi 15,83 kilometer, rehabilitasi mayor 7,3 kilometer, serta rehabilitasi minor 25,53 kilometer. Adapun total penanganan efektif mencapai 48,66 kilometer.

Selain jalan, BPJN Lampung juga menargetkan pemeliharaan dan preservasi jembatan dengan total panjang 11.956 meter yang tersebar di 436 jembatan.

"Semua jembatan tersebut akan kami lakukan pemeliharaan, baik rutin maupun berkala," jelasnya.

Untuk pembangunan jembatan baru, saat ini tengah berjalan proyek Jembatan Way Kandis dengan skema kontrak tahun jamak yang dimulai sejak tahun lalu dan ditargetkan selesai tahun ini.

Dari sisi anggaran, Ali menyebut terdapat kenaikan dibandingkan tahun 2025. Tahun lalu, anggaran BPJN Lampung sekitar Rp592 miliar, sementara tahun 2026 meningkat menjadi Rp615 miliar.

Terkait prioritas penanganan, ia menegaskan preservasi menjadi kewajiban di seluruh lintas jalan nasional di Lampung, baik Lintas Barat, Lintas Timur, maupun Lintas Tengah.

"Kalau preservasi tidak dilakukan, itu akan menjadi beban anggaran di tahun-tahun berikutnya," tegasnya.

Meski seluruh lintas menjadi prioritas, berdasarkan kondisi kemantapan jalan, porsi anggaran terbesar diarahkan ke Lintas Tengah karena tingkat kemantapannya paling rendah dibanding dua lintas lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title