Krisis Abrasi Lampung Timur Kian Parah, Ribuan Pohon Mangrove Roboh dan Gerus Pemukiman Warga

Abrasi pantai di Lampung Timur semakin parah, ancam rumah warga.
Sumber :
  • Lampung.viva

Lampung Timur, Lampung – Kondisi abrasi pantai pesisir Desa Margasari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, semakin mengkhawatirkan dan kini telah merambah ke pemukiman penduduk. 

img_title Hutan Jawa Tengah Tersisa 662 Ribu Hektare, Kriminolog Alumni UI Peringatkan Dampak El Niño 'Godzilla'

Kawasan konservasi mangrove yang sempat menjadi tempat wisata andalan sejak 2019, kini berubah menjadi lokasi terdamparnya pepohonan kering dan infrastruktur yang rusak parah.

Keadaan Pantai Margasari kini tak sehijau dahulu. Kuatnya terpaan ombak laut telah merobohkan ribuan tanaman di bibir pantai yang tidak terlindungi oleh tembok pembatas laut. 

img_title Satu Pelaku Di-Dor! Polsek Candipuro Gulung Sindikat Curanmor Antarkabupaten, 5 Orang Diamankan

Hilangnya ekosistem pohon sebagai pemecah ombak membuat pasang surut air laut terus menerus mengikis daratan.

Darso, salah seorang warga pesisir Pantai Margasari, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir, sejak 2023, dampak abrasi semakin parah. Kerusakan kini sudah meluas hingga merusak infrastruktur jalan yang berjarak 400 meter dari garis pantai.

img_title Manfaatkan Rumah Kosong Ditinggal Berobat, Pembobol Rumah di Tulang Bawang Digulung Tekab 308

"Tidak hanya itu, rumah-rumah penduduk pun tak luput menjadi korban. Bahkan beberapa di antaranya kini telah rata dengan tanah usai diterjang ombak," ungkap Darso.

Upaya penghijauan lahan guna mencegah abrasi sebetulnya sudah dilakukan oleh pemerintah desa, warga, hingga penggiat lingkungan setempat, termasuk penanaman berbagai pohon penyangga pantai dan mangrove. 

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil karena tanaman berangsur mati seiring pasang surut air laut.

Pencegahan abrasi melalui pembangunan tanggul laut juga telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, namun program tersebut hanya menjangkau sebagian kecil dari total garis pantai desa yang mencapai hampir dua kilometer.

Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya, mengatakan di lokasi terdampak abrasi sepanjang kurang lebih 800 meter, kini menyisakan rumah-rumah kosong. 

Sebagian besar pemiliknya telah meninggalkan daerah tersebut, dan beberapa di antaranya dipindahkan ke wilayah yang lebih aman melalui program relokasi warga.

Masyarakat berharap fenomena abrasi pantai pesisir timur Provinsi Lampung ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, agar segera dilanjutkan pembangunan tanggul laut guna meminimalisir dampak yang semakin meluas. (*)