Partai Rakyat Indonesia Incar 50 Kursi DPR RI, Konsolidasi Digenjot hingga Tingkat Desa
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Partai Rakyat Indonesia (PRI) mulai memasang target besar menjelang Pemilu 2029. Setahun setelah berdiri, partai ini membidik 50 kursi DPR RI dan mengklaim tengah mempercepat konsolidasi struktur hingga tingkat akar rumput.
Target tersebut disampaikan Ketua Umum DPP PRI Muhammad Nazaruddin saat menghadiri peringatan HUT ke-1 PRI di Kantor DPD PRI Lampung, Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Jumat, 7 Agustus 2026.
Nazaruddin mengatakan target 50 kursi bukan sekadar angka. Ia mengklaim PRI telah membangun struktur organisasi di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Partai juga menargetkan pembentukan 7.828 Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga akhir 2026.
"Untuk Pemilu 2029, target kita 50 kursi di DPR RI," kata Nazaruddin.
Ia mengatakan PRI juga akan mengandalkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan partai kepada masyarakat. Nazaruddin menargetkan 90 persen masyarakat Indonesia mengetahui keberadaan PRI sebelum Pemilu 2029.
Lampung salah satu daerah yang tengah dikebut konsolidasinya.
Ketua DPD PRI Lampung Andi Wawan Tohir Balaw mengatakan struktur DPD PRI telah terbentuk di 15 kabupaten/kota di Lampung. Sejumlah daerah, kata dia, mulai bergerak membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan atau PAC.
"Bahkan ada yang sudah PAC-nya lengkap, sedang berusaha untuk ke ranting," ujar Andi.
Ia berharap seluruh struktur PRI di Lampung segera terbentuk hingga tingkat ranting. Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi modal partai untuk menghadapi Pemilu 2029.
Dukung Prabowo, Dorong Program Pemerintah
Di tengah persiapan menuju Pemilu 2029, Nazaruddin juga menegaskan posisi PRI yang mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu program yang disorot adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Nazaruddin, program tersebut bukan semata soal menyediakan makanan bagi anak-anak, tetapi juga bagian dari investasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut pelaksanaan MBG masih membutuhkan perbaikan. Namun, menurut dia, evaluasi semestinya diarahkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau ada kekurangan-kekurangan, dilakukan perbaikan-perbaikan. Tujuannya untuk memberikan pelayanan yang prima, pelayanan yang terbaik untuk rakyat," kata dia.
Nazaruddin juga melihat MBG berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru di tingkat lokal. Ia menilai petani, peternak, dan nelayan dapat menjadi bagian dari pemasok bahan pangan untuk program tersebut.