Panas! 14 Pimpinan Kecamatan Golkar Bandar Lampung Cabut Dukungan dan Desak Musda XI
- Lampung.viva
Bandar Lampung, Lampung – Sebanyak 14 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Bandar Lampung menyatakan sikap tegas terkait belum adanya kepastian jadwal Musyawarah Daerah (Musda) XI.
Dalam konferensi pers pada Rabu (24/12/2025), mereka mendesak pelaksanaan Musda dilakukan secara transparan tanpa tekanan.
Juru bicara PK, M. Rifai (Ketua PK Kedamaian), membeberkan fakta mengejutkan terkait proses dukung-mendukung bakal calon ketua DPD II Golkar Bandar Lampung. Ia mengaku sebelumnya dipaksa memberikan dukungan kepada Benny H. Nauly Mansyur.
"Kami memberikan dukungan tersebut dalam situasi terpaksa dan di bawah tekanan. Kami diminta membawa cap tanpa ruang musyawarah, bahkan diancam dengan kata-kata 'pilih Musda atau Plt'," ungkap Rifai.
M. Rifai, menjelaskan pihaknya bersama 13 pimpinan kecamatan lainnya sebelumnya telah melayangkan surat resmi kepada Ketua DPD I Golkar Provinsi Lampung pada 22 Desember 2025 serta Ketua Umum DPP Partai Golkar pada 23 Desember 2025.
Dalam surat tersebut, para pimpinan kecamatan mengungkapkan sejumlah keberatan, termasuk terkait proses pemberian dukungan kepada salah satu bakal calon ketua DPD II Golkar Kota Bandar Lampung.
"Beberapa waktu lalu kami memberikan dukungan kepada Saudara Benny H. Nauly Mansyur, namun dukungan tersebut kami berikan dalam situasi terpaksa dan di bawah tekanan," kata Rifai.
Ia menyebut, saat itu para pimpinan kecamatan diminta datang ke kantor DPD Golkar Kota Bandar Lampung dengan membawa cap kecamatan, tanpa diberi ruang bermusyawarah secara internal.
"Kami merasa terjebak dalam situasi yang tidak memberi kesempatan untuk berpikir sesuai hati nurani. Bahkan terdapat kata-kata ancaman, ‘pilih Musda atau Plt’," ungkapnya.
Setelah bermusyawarah, 14 pimpinan kecamatan tersebut sepakat mencabut dukungan kepada Benny H. Nauly Mansyur dan secara sadar mengalihkan dukungan kepada Handitya Narapati SZP, anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024–2029.
"Dukungan kami kepada Saudara Handitya Narapati SZP kami berikan secara sadar, tanpa paksaan, karena kami menilai beliau memiliki kapasitas dan kekuatan elektoral untuk membawa Golkar Bandar Lampung lima tahun ke depan secara terbuka dan aspiratif," ujarnya.
Rifai menambahkan, surat pencabutan dan pengalihan dukungan tersebut telah disampaikan pada 14 Desember 2025 kepada Sekretaris DPD Golkar Kota Bandar Lampung, Ali Wardana, serta ditandatangani dan dicap basah di hadapan unsur pengurus DPD II.