Bukan Sekadar Membaca, SMP Global Madani dan RELIMA Ajak Siswa Mengolah Imajinasi Jadi Karya

RELIMA Perpusnas RI dan SMP Global Madani Hadirkan 'KLINIK ABI'
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Berliterasi kini tak lagi sekadar aktivitas membaca dan menulis teks di atas kertas. Semangat itulah yang tengah diusung SMP Global Madani Bandar Lampung lewat kolaborasi bersama Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kota Bandar Lampung.

img_title Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Muda, LPS Paparkan Peran Vital Penjaminan Simpanan di LFF 2026

Melalui inovasi bertajuk KLINIK ABI (Kelas Literasi Interaktif, Nurani, Inner Growth dan Kebahagiaan: Aku, Buku, & Imajinasi), tradisi literasi di sekolah tersebut diberi sentuhan anyar yang lebih segar dan interaktif. 

Program ini mengajak para siswa dan guru menelusuri alur literasi secara utuh: membaca, berdiskusi, berefleksi, berimajinasi, hingga akhirnya melahirkan sebuah karya.

img_title Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring, Antisipasi Dampak Abu Vulkanis Anak Krakatau

Kepala SMP Global Madani, Umi Fathul Anwariyah, mengatakan pendekatan yang ditawarkan RELIMA dinilai dapat memberikan variasi terhadap kegiatan literasi yang sudah berlangsung di sekolah.

"Begitu Kak Yoga menjelaskan KLINIK ABI, kami langsung berpikir, wah, ini seru. Apalagi program literasi di SMP Global Madani sebenarnya sudah berjalan cukup lama, termasuk penerbitan buku antologi guru dan siswa. Jadi, kami melihat kolaborasi ini sebagai penguatan dan penyegaran agar sivitas sekolah semakin bersemangat dalam berliterasi," ujar Fathul.

img_title Pemkot Bandar Lampung Semprot Jalan Tiap 3 Jam dan Bagi Masker, Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Menurut dia, sekolah justru terlebih dahulu meminta RELIMA memperkenalkan pendekatan tersebut kepada guru sebelum diterapkan kepada siswa.

Permintaan itu kemudian diwujudkan melalui pelatihan yang digelar pada 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 guru SMP Global Madani.

Dalam pelatihan, guru mendapatkan pengenalan mengenai pengembangan aktivitas membaca, berdiskusi, menulis, dan berefleksi menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang menghasilkan karya.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan QRCBN pada buku karya siswa. Penerapan tersebut diharapkan dapat memberikan identitas publikasi sekaligus membantu dokumentasi karya yang dihasilkan dari proses pembelajaran.

Fathul mengatakan metode yang diperkenalkan dalam pelatihan dapat menjadi tambahan bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran di kelas.

"Insya Allah bermanfaat dan bisa direplikasi para guru dalam pembelajaran di kelas. Kami berharap bukan hanya mendapatkan pengalaman dari satu kegiatan, tetapi guru bisa mengambil metode yang sesuai dan mengembangkannya dalam pembelajaran masing-masing," katanya.

Setelah penguatan kepada guru, program dilanjutkan dengan pendampingan kepada siswa melalui kegiatan Menulis Cerita Berbasis Bahan Bacaan.

Halaman Selanjutnya
img_title