Wagub Jihan Minta Orang Tua Batasi Gadget pada Anak, Dampak Video Pendek Ganggu Fokus Belajar
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengimbau para orang tua dan tenaga pendidik untuk lebih ketat membatasi waktu penggunaan gawai (screen time) pada anak.
Ia menyoroti fenomena maraknya konten video singkat di media sosial yang berdampak langsung pada menurunnya rentang fokus belajar generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Wagub Jihan saat membuka Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 di Gedung Nuwo Baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).
Jihan mengungkapkan, tantangan literasi saat ini telah bergeser dari keterbatasan bahan bacaan menjadi persoalan derasnya arus informasi digital yang tidak tersaring dengan baik.
"Konten 15 detik di media sosial tidak mengurangi kecerdasan anak, tetapi membuat rentang fokus belajar mereka menjadi jauh lebih pendek karena terbiasa menerima informasi yang serba cepat dan terus berganti. Dulu kita terbiasa fokus membaca halaman demi halaman, kebiasaan itu perlu kita bangun kembali," ujar Jihan Nurlela, Selasa (28/7/2026).
Jihan menjelaskan perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan akses informasi. Namun di sisi lain, konten-konten video berdurasi singkat turut memengaruhi kemampuan anak dalam mempertahankan fokus ketika belajar.
Karena itu, Jihan mengimbau para orang tua dan guru mulai mengatur penggunaan gawai bagi anak-anak, terutama yang masih di bawah umur.
"Batasi screen time anak. Dulu kita membaca buku, novel, majalah, atau koran sehingga terbiasa fokus membaca halaman demi halaman. Kebiasaan itu perlu kita bangun kembali agar anak-anak memiliki kemampuan berpikir lebih mendalam," tegasnya.
Selain mengingatkan soal penggunaan media sosial, Jihan menilai peningkatan literasi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Berdasarkan capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM), Lampung memang terus mengalami peningkatan setiap tahun, namun angkanya masih berada di bawah rata-rata nasional.
Untuk diketahui, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Lampung meningkat dari 59,25 pada 2023 menjadi 64,81 pada 2024. Sementara Tingkat Gemar Membaca (TGM) naik dari 66,38 menjadi 67,67 pada periode yang sama, dan kembali meningkat menjadi 70,05 pada 2025. Meski menunjukkan tren positif, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional.