Ratusan Siswa di Kemiling Keracunan Massal MBG, Badan Gizi Nasional Tegaskan Evaluasi SPPG
- Foto Dokumentasi Riduan
Bandar Lampung, Lampung – Kasus keracunan makanan massal kembali mengguncang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Sebanyak ratusan siswa dari tiga sekolah dilaporkan mengalami diare massal setelah menyantap menu MBG pada Rabu (11/2/2026).
Ratusan siswa yang diduga keracunan MBG tersebut terdiri dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sumberjo dengan jumlah siswa terdampak 77 siswa, guru sembilan orang dan satu orang tua.
Kemudian SD AL Munawaroh dengan jumlah siswa terdampak 64 siswa, guru dan penjaga sekolah 11 orang dan orang tua guru satu orang.
Dari jumlah orang yang terdampak diare tersebut lima orang menjalani perawatan di rumah sakit ataupun klinik kesehatan. Kelima orang yang dirawat rata-rata dari sekolah Al Munawaroh sedangkan untuk di SDN 4 Sumberjo rata-rata rawat jalan.
Selain dua SD tersebut terdapat juga 43 siswa sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 14 Bandar Lampung yang terdapat di kecamatan Kemiling yang diduga keracunan MBG di waktu yang sama. Sedangkan di SMPN 14 terdapat 37 orang rawat jalan dan enam orang di rawat di rumah sakit dan Puskesmas Kemiling.
Menanggapi insiden ini, Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan akan melakukan penelusuran mendalam terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait. Ia menyoroti adanya indikasi ketidakwajaran jika distribusi MBG terhenti hingga satu bulan dengan alasan "penyesuaian".
"Jika distribusi berhenti sampai sebulan, itu bukan mekanisme normal dan harus segera dilaporkan. Penyesuaian anggaran belanja antar-SPPG biasanya hanya memakan waktu satu hingga dua hari," tegas Sony di Bandar Lampung, Sabtu (14/2/2026).
Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menyatakan akan turun langsung ke lokasi SPPG yang menghentikan distribusi ke sekolah-sekolah di Bandar Lampung. Ia mencurigai adanya masalah operasional yang serius di balik penghentian distribusi yang terlalu lama.
"Kalau penghentian sampai satu bulan itu sudah tidak wajar. Kami akan cek bersama koordinator wilayah untuk mengetahui kenapa distribusi MBG di sana terhenti total," ujar Saipul.
Investigasi saat ini difokuskan pada standarisasi pengolahan makanan di dapur SPPG serta kepatuhan prosedur guna memastikan keamanan pangan bagi ribuan siswa penerima manfaat di Lampung. (*)