HMI Lampung Selatan Gelar Aksi Bersihkan Kantor Pos Bersejarah 1883, Menuju Kalianda Heritage Project
- Istimewa
Lampung Selatan, Lampung – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lampung Selatan menggelar aksi bersih-bersih bangunan eks Kantor Pos peninggalan kolonial tahun 1883 di wilayah Kalianda Bawah, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program HMI To Kalianda Project bertajuk “Dari Sejarah untuk Masa Depan” dalam rangka menyongsong Milad ke-79 HMI.
Aksi dipusatkan di gedung lama milik PT Pos Indonesia yang dinilai memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi. Bangunan tersebut juga tengah diwacanakan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya daerah.
Ketua HMI Lampung Selatan, Sandi Aprizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan bentuk kepedulian generasi muda dalam menjaga aset negara dan warisan sejarah.
"Kalianda memiliki jejak sejarah panjang sebagai wilayah pesisir strategis. Sudah sepatutnya kita merawat bangunan bersejarah agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya.
Ia menegaskan, aksi ini merupakan komitmen HMI di usia ke-79 tahun untuk turut mengawal pembangunan nasional, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait optimalisasi dan penertiban aset negara yang belum terkelola maksimal.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan, Polres Lampung Selatan, Kodim 0421/Lampung Selatan, Satpol PP, jajaran Kantor Pos setempat, komunitas Gen Z Lampung Selatan, serta masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaannya, peserta melakukan pembersihan area gedung, pemangkasan semak liar, pengangkutan sampah, dan penataan lingkungan sekitar.
Ke depan, HMI juga berencana menggelar diskusi terkait inventarisasi dan penetapan status hukum bangunan sebagai cagar budaya sesuai ketentuan perundang-undangan.
Melalui HMI To Kalianda Project, HMI Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk mendorong advokasi kebijakan agar bangunan eks Kantor Pos 1883 dapat ditetapkan resmi sebagai cagar budaya. Harapannya, gedung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi sejarah, ruang publik kreatif, dan destinasi wisata berbasis heritage.
HMI berharap gerakan ini menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pelestarian sejarah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga generasi muda dalam membangun identitas dan masa depan daerah yang berkarakter.(*)