Mahasiswa PGSD STKIP PGRI Bandar Lampung Pentaskan Drama Kolosal-Musikal Angkat Budaya Nusantara
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Bandar Lampung sukses menggelar Pementasan Drama Kolosal–Musikal sebagai implementasi pembelajaran mata kuliah Teori dan Apresiasi Sastra di SD. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Taman Budaya Lampung.
Mengusung tema “Bersatu Padu dalam Karya: Menghidupkan Sejarah, Cerita Rasa, dan Budaya Nusantara di Panggung Drama Kolosal”, pementasan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus wahana pembelajaran karakter bagi mahasiswa calon pendidik sekolah dasar.
Ketua panitia kegiatan, Tyo Ananda S., menyampaikan bahwa pementasan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari proses pendidikan calon guru agar mampu mengenalkan sastra dan budaya kepada peserta didik secara kontekstual dan bermakna.
"Melalui drama kolosal ini, mahasiswa belajar bahwa sastra dan budaya bukan hanya untuk dipentaskan, tetapi juga untuk ditanamkan nilainya kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua STKIP PGRI Bandar Lampung, Dr. Wayan Satria Jaya, menegaskan bahwa pementasan ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi.
"Kegiatan ini prosesnya sangat panjang. Saya menyaksikan sendiri proses latihan yang tidak mengenal cuaca. Hujan maupun badai, mereka tetap berlatih," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menyaksikan putra-putrinya menampilkan karya kolosal di panggung seni, sebagai bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi mahasiswa.
Sambutan sekaligus laporan kegiatan jdisampaikan oleh Kaprodi PGSD, M. Yanuardi Zain, yang mengapresiasi semangat dan daya juang mahasiswa.
Ia menyampaikan bahwa antusiasme dan kerja keras mahasiswa menjadi bukti bahwa ruang akademik mampu menyalurkan daya kreativitas secara positif melalui pentas apresiasi sastra yang bermakna.
Tidak lupa, Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim artistik – penyutradaraan dari Teater Satu, di antaranya: Gandhi Maulana, Riza Kharisma Putra, dan Dodi Firmansyah.
Sementara itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah Apresiasi Sastra di SD, Dr. Andri Wicaksono, menegaskan pentingnya seni drama dalam dunia pendidikan dasar.