Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung Tanam Puluhan Lubang Biopori di Sumber Rejo, Wujudkan Kepedulian Lingkungan

Mahasiswa KKN UIN Raden Intan tanam puluhan lubang biopori.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, LampungMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Kelompok 33 menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan dengan melakukan kegiatan penanaman lubang biopori di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, pada Kamis, 24 Juli 2025.

img_title Zero Waste, Tni Dan Polri Bersih Bersih

Implementasi Ilmu dan Target 100 Lubang

Program ini bukan sekadar simbolik, melainkan implementasi langsung dari ilmu pengetahuan yang mereka pelajari di kampus untuk menjawab tantangan lingkungan di tengah masyarakat.

img_title Diduga Seret Oknum Pejabat, GERMASI dan CSM Laporkan Perusakan SM Gunung Raya ke Polda Sumsel

Koordinator Kelompok 33, Jeriyansyah, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan program unggulan KKN UIN Raden Intan Lampung 2025. Setiap kelompok ditargetkan menanam 100 lubang biopori di wilayah pengabdian mereka.

"Alhamdulillah, hingga hari ini sudah puluhan lubang biopori berhasil kami tanam di beberapa titik di Kelurahan Sumber Rejo. Harapannya tentu agar kegiatan ini berdampak positif untuk lingkungan sekitar," ungkap Jeriyansyah.

img_title Bantu Mahasiswa Baru Petakan Karier Sejak Dini, UBL Gulirkan Career Discovery Program Mulai 1 Juli

Lubang biopori dikenal memiliki berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan daya serap air tanah, mencegah banjir, hingga menyuburkan tanah. Tak heran, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar.

Peran Mahasiswa sebagai Pelopor Solusi Lingkungan

Terpisah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 33, Mia Selvina, S.E., M.S.Ak., menambahkan bahwa UIN Raden Intan Lampung saat ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya hadir sebagai agen perubahan sosial, tetapi juga sebagai pelopor solusi lingkungan yang berkelanjutan.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap isu lingkungan. Kami berharap dampaknya dapat dirasakan masyarakat Sumber Rejo dalam jangka panjang, terutama dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah banjir," jelasnya.

Aksi penanaman lubang biopori ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat mampu melahirkan gerakan kecil yang berdampak besar. Mahasiswa tak hanya hadir sebagai pelajar, tetapi juga sebagai penggerak perubahan.(Tiondon)