Lamine Yamal: Nyanyian Anti-Islam di Stadion Adalah Bentuk Rasisme Nyata yang Tidak Sopan
- REUTERS/Irakli Gedenidze
Bandar Lampung, Lampung – Bintang muda tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, mengeluarkan pernyataan tegas menyusul insiden diskriminatif dalam laga uji coba melawan Mesir di Stadion RCDE, Rabu (1/4/2026).
Pemain andalan Barcelona tersebut mengutuk keras aksi oknum suporter tuan rumah yang menyuarakan nyanyian (chant) bernada anti-Islam.
Insiden bermula saat tribun stadion bergemuruh dengan nyanyian provokatif yang menyerang identitas Muslim.
Meski ditujukan untuk memprovokasi tim lawan, Yamal yang juga seorang Muslim merasa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena mencoreng nilai sportivitas.
"Sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi. Sepak bola harus dinikmati, bukan untuk menghina orang karena apa yang mereka yakini," tulis Yamal melalui unggahan media sosialnya.
Pemain kelahiran 2007 ini secara terbuka menyebut oknum pelaku sebagai figur yang "bodoh dan rasis".
Ia menegaskan bahwa fanatisme dukungan tidak semestinya melewati batas dengan menyerang keyakinan seseorang.
Sikap berani Yamal membela kehormatan agamanya di panggung internasional mendapat apresiasi luas, termasuk dari Indonesia.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Qaem Aulassyaheid, memuji kepercayaan diri Yamal dalam menghadapi diskriminasi.
"Apa yang dilakukan Lamine Yamal sangat patut diacungi jempol. Sudah seharusnya seorang Muslim memiliki ketegasan dalam menjaga kehormatan agamanya," ujar Qaem.
Meski merasa kecewa, Yamal tetap menunjukkan kedewasaannya dengan berterima kasih kepada seluruh suporter yang hadir memberikan dukungan positif.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, demi menjaga sepak bola sebagai olahraga yang inklusif bagi semua golongan.
"Sampai jumpa di Piala Dunia," tutup Yamal dalam unggahannya, memberi sinyal fokusnya kini kembali ke lapangan untuk membawa Spanyol berprestasi di kancah dunia. (*)