Piala Gubernur Lampung 2026: 1.300 Perenang Adu Cepat di Pahoman, Bidik Emas PON 2028
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Sebanyak 1.300 atlet renang memadati Kolam Renang Pahoman dalam ajang bergengsi Piala Gubernur Invitasi Renang Lampung 2026, Jumat (6/2/2026).
Kejuaraan ini menjadi panggung utama Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjaring bibit unggul guna diproyeksikan menuju PON XXII tahun 2028 di NTB-NTT.
Dari total peserta, sebanyak 600 atlet mengikuti kategori Championship yang berasal dari 68 klub renang, sedangkan 700 peserta lainnya mengikuti kategori Fun Swimming yang diikuti pelajar mulai tingkat TK hingga SMA.
Kejuaraan ini juga diikuti atlet dari sejumlah provinsi di Sumatera seperti Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Jambi, sehingga atmosfer persaingan berlangsung ketat dan kompetitif.
Dalam sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Achmad Saefullah, ditegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian penting dari sistem pembinaan olahraga renang di Lampung.
"Ajang ini kita siapkan sebagai sarana pencarian dan pemetaan bibit atlet renang potensial yang akan diproyeksikan mengikuti babak kualifikasi PON XXII Tahun 2028 di NTB-NTT," ujarnya.
Gubernur menegaskan, kolam renang Pahoman pada hari itu menjadi ruang seleksi sekaligus ruang evaluasi bagi atlet-atlet terbaik Lampung.
"Kolam renang hari ini menjadi ruang seleksi, ruang evaluasi, dan ruang pembuktian bagi atlet-atlet terbaik Lampung," lanjutnya.
Menurutnya, kejuaraan renang ini sejalan dengan misi Pemprov Lampung, khususnya cita ke-2 yakni mewujudkan Lampung yang maju dengan SDM unggul, sehat, berdaya saing, dan berkarakter.
"Olahraga renang menjadi wahana strategis untuk membentuk generasi yang disiplin, tangguh, dan siap bersaing di level yang lebih tinggi," katanya.
Melalui ajang ini, Pemprov Lampung mendorong pembinaan renang yang terarah dan memiliki target jelas, di antaranya peningkatan jumlah atlet usia pembinaan yang terdata dan dibina berkelanjutan, peningkatan partisipasi atlet dalam kompetisi resmi dan berjenjang, serta peningkatan kontribusi cabang renang terhadap prestasi Lampung di tingkat regional maupun nasional.
Gubernur juga menekankan bahwa pencapaian prestasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, Akuatik Lampung, pelatih, sekolah, orang tua atlet, hingga dukungan masyarakat.