Persaingan Ketat Warnai Hari Pertama Kejurda Akuatik Lampung 2025

Kejurda Akuatik Indonesia Lampung 2025
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

LampungKejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Lampung 2025 resmi dibuka di Kolam Renang Pahoman, Jumat (3/10/2025), dan langsung menghadirkan pertarungan sengit antar-klub sejak hari pertama. 

img_title Pecah Rekor Peserta, 2.700 Perenang Se-Indonesia Siap Rebut Piala Kemenpora 2026 di Lampung

 

Atmosfer panas terasa di lintasan air, di mana 46 klub dari berbagai daerah di Lampung menurunkan 1.200 atlet terbaiknya.

img_title Bupati Hamartoni Ahadis Dukung Penuh HPN dan Sokong Kontingen SIWO Lampung Utara Berlaga di Porwanas 2027

 

Laga Seru di Awal Kejuaraan

img_title Mulai Panaskan Mesin, PWI Lampung Utara Bidik Cabor Unggulan Hadapi Porwanas 2027

 

Sejak babak awal, para perenang muda unjuk kemampuan dengan catatan waktu impresif. Nomor 400 meter gaya bebas putra usia 12–13 tahun menjadi sorotan setelah Muhammad Hafizh Kausar mencatat waktu 4 menit 51,99 detik. Di kelompok 14–15 tahun, Anggara Jyana Putra tampil perkasa dengan torehan 5 menit 04,29 detik.

 

Di sektor putri, nomor 400 meter gaya bebas usia 16–18 tahun menyajikan penampilan elegan Amira Kayana Putri yang mencatatkan waktu 5 menit 11,41 detik.

Sementara di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra usia 14–15 tahun, pertarungan berlangsung super ketat hingga sepersekian detik, dengan Razka Putra Diandra berhasil menyentuh dinding lebih dulu pada waktu 28,07 detik.

 

Klasemen Sementara Hari Pertama

 

Persaingan antar-klub langsung memanas di papan klasemen. Berikut klasemen sementara setelah pertandingan hari pertama:

 

Klasemen Sementara Kejurda Akuatik Lampung 2025 Hari Pertama

 

1. Rafflesia Swimming Club – 979 poin

2. King Brother Swimming Club – 401 poin

 

3. Jaka Utama Swimming Club – 335 poin

 

4. Chameleon Swimming Club – 278 poin

 

5. Dragon Swimming Club Metro – 215 poin

 

 

Ajang Pembuktian Bibit-Bibit Masa Depan

 

Kejurda yang digelar hingga 5 Oktober ini bukan hanya arena perebutan medali, tetapi juga panggung pembuktian bibit-bibit atlet akuatik Lampung. Para peserta, mulai dari usia dini hingga remaja, tampil habis-habisan untuk mengukir prestasi sekaligus menimba pengalaman berharga.

 

Ketua Akuatik Lampung, Ade Utami Ibnu, menegaskan kejuaraan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi menuju Porwil 2027, PON 2028, hingga PON 2032.

 

“Kejurda ini adalah ajang penting untuk mengukur hasil latihan. Dukungan Pemprov Lampung akan terus hadir agar lahir atlet berprestasi hingga Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Senada, Kadispora Lampung Meiry Harika Sari menyebut Kejurda sebagai tolak ukur pembinaan atlet.

 

“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi proses untuk mencetak atlet andalan Lampung di masa depan. Semoga ajang ini melahirkan prestasi yang membanggakan,” katanya.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Veri Novianto, menambahkan Kejurda juga menjadi sarana edukasi masyarakat akan pentingnya olahraga renang.

Halaman Selanjutnya
img_title