Konsumsi Protein Hewani Terendah ke-5 Nasional, Pemprov Lampung Targetkan Naik 2 Gram per Tahun

Kejar target generasi emas 2029, Pemprov Lampung kampanyekan menu B2SA untuk anak sekolah.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung mematok target kenaikan konsumsi protein hewani masyarakat sebesar 1 hingga 2 gram per kapita per hari setiap tahunnya. Langkah ini diambil guna mendongkrak kualitas SDM menuju target capaian nasional pada tahun 2029.

img_title Jaga Kualitas Jalan Nasional, BPJN Lampung Berdayakan Warga Lokal di Seluruh Kabupaten/Kota

Berdasarkan data terakhir, tingkat konsumsi protein hewani masyarakat Lampung baru menyentuh 15,62 gram per kapita per hari. Angka yang minim ini menempatkan Provinsi Lampung di peringkat kelima terendah secara nasional.

Kepala DKPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, membeberkan ada tiga faktor utama yang melatarbelakangi rendahnya angka konsumsi protein daging, telur, dan ikan di Bumi Ruwa Jurai.

img_title Kunjungan Perdana ke SPPG Polri, Kapolres Pringsewu Minta Standar Mutu Makanan Dijaga

"Pertama adalah faktor ekonomi atau kemiskinan yang membatasi daya beli. Kedua, masih rendahnya literasi masyarakat mengenai pentingnya protein hewani bagi pertumbuhan otak anak. Ketiga, pola makan yang belum seimbang, di mana porsi karbohidrat atau nasi masih jauh lebih mendominasi ketimbang lauk sumber protein," ujar Elvira, Kamis (9/7/2026).

Kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah karena asupan gizi yang tidak seimbang berisiko menghambat penurunan angka stunting serta pembentukan generasi yang cerdas.

img_title Antisipasi Dampak El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air Permukaan Sektor Usaha

Guna mengejar ketertinggalan tersebut, Pemprov Lampung kini mengintegrasikan program lokal dengan stimulus pemerintah pusat. 

Salah satu instrumen utama yang diandalkan untuk mendongkrak angka konsumsi ini adalah implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak-anak usia sekolah.

Di tingkat daerah, DKPTPH juga menggandeng Tim Penggerak PKK untuk memasifkan kampanye pola pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). 

Edukasi ini menekankan bahwa sumber karbohidrat tidak harus selalu bertumpu pada nasi, melainkan wajib diimbangi dengan porsi protein, vitamin, dan mineral yang pas.

"Peningkatan konsumsi protein hewani ini sangat krusial untuk mencetak Generasi Emas. Kami optimistis target kenaikan 1–2 gram per tahun ini bisa dicapai lewat intervensi harga pangan, pemanfaatan lahan pekarangan keluarga, dan perluasan edukasi gizi secara berkelanjutan," pungkas Elvira. (*)