Edukasi Keuangan Berbalut Hiburan, LPS Gelar Lampung Financial Festival 2026 Hadirkan Setia Band dan King Nassar
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) siap menggelar ajang edukasi keuangan berskala besar bertajuk Lampung Financial Festival 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung pada 5–6 September 2026 mendatang.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, pendaftaran peserta akan resmi dibuka mulai Selasa, 18 Agustus 2026.
Festival berkapasitas sekitar 1.800 peserta ini dikemas secara interaktif dengan memadukan ajang diskusi, edukasi literasi keuangan, hingga hiburan dari deretan artis papan atas nasional.
Pada hari pertama pelaksanaan, Sabtu (5/9/2026), pengunjung akan dihibur oleh penampilan energik dari Setia Band. Sementara pada hari kedua, Minggu (6/9/2026), panggung festival bakal dimeriahkan oleh aksi panggung heboh dari King Nassar.
Lampung Financial Festival dirancang sebagai ruang temu bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan. Momen ini mempertemukan regulator, pembuat kebijakan, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berbagi perspektif serta mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional.
Melalui festival ini, LPS ingin mengedukasi masyarakat mengenai cara bijak mengelola keuangan sekaligus mengenalkan peran strategis LPS dalam memberikan perlindungan terhadap simpanan nasabah di perbankan.
Direktur Group Kesekretariatan LPS, Damaiyanti Sakti Maharani, menjelaskan bahwa konsep festival dipilih agar pesan-pesan mengenai pengelolaan keuangan dapat diserap dengan lebih rileks dan menyenangkan oleh berbagai kelompok masyarakat.
"Tujuannya memang untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya literasi keuangan dengan konsep yang menarik dan relevan bagi kehidupan sehari-hari," ujar Damaiyanti, Jumat (14/8/2026).
Guna menjangkau generasi muda, LPS turut menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung serta sejumlah perguruan tinggi. Sebanyak 20 SMA/SMK di Bandar Lampung dipersiapkan untuk mengirimkan siswanya dalam kegiatan ini.
Damaiyanti menegaskan bahwa pemahaman finansial penting ditanamkan sejak usia sekolah. Di era digital saat ini, pelajar dan mahasiswa yang mulai memegang uang saku mandiri rentan terpapar promosi investasi ilegal yang marak di media sosial.
"Sekarang banyak sekali tawaran investasi di internet yang dimulai dari nominal kecil. Kita khawatir kalau mereka tidak paham keuangan, uangnya malah habis untuk hal-hal atau investasi yang tidak benar," ungkapnya.