Penuh Makna Filosofis, Film 'AGEMAN' Karya Pemuda Lampung Siap Angkat Kearifan Lokal dan Toleransi
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Sebuah karya audio visual yang mengusung misi filosofis dan edukasi keberagaman siap menyapa penikmat film Tanah Air. Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, resmi memproduseri film edukasi toleransi bertajuk AGEMAN bekerja sama dengan rumah produksi BLB Film Production.
Saat ini, proses pengambilan gambar (shooting) telah rampung dikerjakan dan resmi memasuki tahap penyuntingan (editing).
Ken Setiawan menjelaskan bahwa kata Ageman secara filosofis bermakna agama atau pakaian—sebuah identitas yang melekat pada diri manusia, sekaligus memuat hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhan serta relasi sosial antarsesama.
"Film ini dibuka dengan adegan proses kelahiran. Saat lahir, manusia tidak membawa apa-apa dan belum mengenakan 'pakaian' identitas. Orang tualah yang memberi nama, suku, hingga agama. Seiring tumbuh dewasa, kita dihadapkan pada pilihan menjadi pribadi yang moderat atau intoleran. Dalam perjalanan cerita, pemeran utama yang sempat menganggap 'bajunya' paling benar akhirnya tersadar usai berdialog dengan banyak tokoh agama dan memilih berubah menjadi moderat," ujar Ken Setiawan.
Garapan Sutradara Jasper Lance dan Kolaborasi Pejabat Daerah
Dipandu oleh sutradara Jasper Lance Piscasio, film AGEMAN dikemas dengan gaya seni peran (acting) sehari-hari yang natural. Film ini dirancang tak sekadar sebagai media hiburan, melainkan instrumen edukasi dan kampanye toleransi bagi generasi muda.
"Melalui AGEMAN, kami ingin menyampaikan pesan edukasi tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama demi merawat persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Kami berharap film ini bisa menjangkau skala nasional sebagai media kampanye perdamaian," ungkap Jasper.
Proyek sinematik ini diprakarsai oleh Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, yang bertindak sebagai Produser Eksekutif.
Menariknya, Dr. M. Firsada bersama sejumlah jajaran Kepala Dinas Provinsi Lampung seperti Kadisdikbud, Kadiskominfotik, dan Kadisparekraf juga ikut ambil bagian menjadi pemeran dalam film tersebut.
Soroti Keindahan Pariwisata, Kuliner Seruit, hingga 6 Rumah Ibadah
Secara visual, AGEMAN memperlihatkan kekayaan latar lanskap pariwisata dan budaya lokal Lampung.
Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi ikonik, seperti SMAN 3 Bandar Lampung, Pondok Rimbawan, Wira Garden, Pantai Bensam Pesawaran, hingga sajian kuliner khas Seruit.