Aplikasi Ferizy Down Nasional, Antrean Truk dan Mobil Pribadi Mengular di Pelabuhan Bakauheni

Imbas gangguan server Ferizy, antrean kendaraan terjad di Pelabuhan Bakauheni.
Sumber :
  • Lampung.viva

Bakauheni, Lampung – Kelumpuhan total pada sistem digital tiketing nasional Ferizy milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memicu kekacauan massal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (9/7/2026). 

img_title Penyeludupan Satwa Digagalkan, Polisi Amankan 98 Ekor Burung Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni

Gangguan sistem yang terjadi sejak siang hari tersebut membuat akses aplikasi, situs web, hingga mesin check-in mati total, akibatnya rantai distribusi logistik Sumatera–Jawa tersendat.

Ratusan truk bermuatan barang esensial dan kendaraan pribadi tertahan berjam-jam di dalam kantong parkir dermaga tanpa adanya kepastian keberangkatan.

img_title Saat Ponsel Jadi Medan Bela Negara, Pangdam Ingatkan Mahasiswa Unila soal Perang Informasi

Dampak tersendatnya arus distribusi barang antarpulau ini dikeluhkan oleh para sopir armada logistik. Keterlambatan jadwal penyeberangan membuat biaya operasional membengkak dan merusak target ketepatan waktu pengiriman perusahaan.

"Sudah tertahan lebih dari tiga jam di sini. Kalau pelabuhan macet begini, pengiriman barang otomatis molor dan kami para sopir yang langsung kena imbas kerugian waktu serta tambahan biaya makan," keluh Dodi, salah seorang sopir truk logistik di kantong parkir Pelabuhan Bakauheni.

img_title Pastikan Kesiapan Harkamtibmas, Kapolres Lampung Selatan Cek Kendaraan Operasional Hingga Senpi Jajaran Polsek

Hal senada dirasakan Alvian, sopir ekspedisi rute Jakarta. Ia mengaku terus dikejar oleh pihak manajemen perusahaan karena muatan barang yang dibawa dari Sumatera terancam terlambat tiba di gudang tujuan akibat sistem manifes digital yang membeku.

Tak hanya sektor angkutan barang, kepanikan juga melanda penumpang kendaraan pribadi. Minimnya papan informasi darurat dan lambatnya sosialisasi dari petugas lapangan membuat ribuan pengendara terlantar di pelabuhan sejak pukul 15.00 WIB.

Menyikapi kekacauan layanan di lapangan, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan fatal yang dialami oleh seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Guna mengurai kemacetan parah di area gerbang masuk pelabuhan, ASDP menginstruksikan pemberlakuan rencana darurat (contingency plan) di seluruh pelabuhan yang terdampak gangguan ekosistem digital secara nasional.

"Sebagai solusi cepat selama proses pemulihan teknis berlangsung, kami mengalihkan pembelian tiket melalui mekanisme go show (pembelian langsung di tempat) dengan metode pembayaran non-tunai. Seluruh proses penerbitan manifes dan pelayanan boarding penumpang dilakukan secara manual oleh petugas," terang Windy.

Hingga malam hari, tim teknis IT ASDP masih terus melakukan penanganan darurat berskala intensif demi memulihkan jaringan server Ferizy agar dapat kembali beroperasi normal secara nasional. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam bagi publik mengenai keandalan mitigasi mitigasi krisis pada sistem transformasi digital transportasi laut nasional. (*)