Ekonomi Petani Membaik, Gubernur Rahmat Mirzani Sebut APK Kuliah di Lampung Melonjak

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, LampungGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa membaiknya kesejahteraan dan pendapatan para petani menjadi kunci utama dalam mendongkrak angka partisipasi pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi. 

img_title Hanya Dua Murid Baru, SD Negeri di Bandar Lampung Tetap Gelar MPLS

Peningkatan harga komoditas unggulan daerah dinilai berhasil memutus mata rantai masalah sosial anak putus sekolah di Bumi Ruwa Jurai.

Menurut Mirza, selama bertahun-tahun rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Lampung (berada di peringkat ke-35 nasional) dipicu oleh rapuhnya kondisi sosial keluarga akibat faktor ekonomi, salah satunya fenomena ibu yang terpaksa bekerja ke luar negeri menjadi TKW.

img_title BI Lampung Bekali Jurnalis Memahami Isu Ekonomi

"Setiap tahun ada sekitar 8.000 kasus perceraian di keluarga TKW yang memicu tingginya angka anak putus sekolah hingga menyentuh angka 20 ribu anak. Namun, kondisi itu kini mulai berbalik seiring meroketnya pendapatan di sektor pertanian," kata Mirza, Kamis (9/7/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya petani, telah mendorong semakin banyak keluarga mampu menyekolahkan anak hingga jenjang perguruan tinggi.

img_title Kejar Akurasi Data KK, Disdukcapil Lampung Kebut Pemutakhiran Riwayat Pendidikan demi Dongkrak IPM

Menurut Mirza, selama bertahun-tahun rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di Lampung bukan semata-mata disebabkan persoalan biaya, tetapi juga dipengaruhi masalah sosial yang berakar dari kondisi keluarga.

Ia mengungkapkan banyak anak kehilangan motivasi belajar karena ditinggal orang tuanya, terutama ibu yang bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) sejak anak masih duduk di bangku SD atau SMP.

"Dampaknya sangat besar. Setiap tahun ada sekitar 8.000 kasus perceraian di keluarga TKW. Kondisi itu ikut memicu tingginya angka putus sekolah yang mencapai sekitar 20 ribu anak, sehingga Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Lampung masih berada di peringkat ke-35 nasional," ujarnya.

Namun, kondisi tersebut mulai berubah seiring membaiknya kesejahteraan masyarakat, terutama petani.

Mirza mengatakan harga berbagai komoditas pertanian seperti gabah, jagung, dan singkong mengalami peningkatan yang membuat pendapatan petani ikut terdongkrak.

Ia mencontohkan keuntungan petani gabah yang sebelumnya sekitar Rp2.400 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp4.000 per kilogram.

Meningkatnya pendapatan itu berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Hal tersebut terlihat dari melonjaknya pembelian kendaraan baru di sejumlah daerah sentra pertanian.

Halaman Selanjutnya
img_title