Kelola 14 Ruas, Hutama Karya Catatkan Lonjakan Laba Positif Bisnis Jalan Tol Trans Sumatra
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – PT Hutama Karya (Persero) sukses mencatatkan tren kinerja operasional dan keuangan yang semakin solid dalam pengelolaan 14 ruas jalan tol di Indonesia.
Jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sukses menjadi tulang punggung (backbone) konektivitas yang tidak hanya memangkas waktu tempuh logistik, tetapi juga mencetak profitabilitas berkelanjutan bagi perusahaan.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang kurang lebih 1.185 km, yang terdiri atas 829 km ruas operasi dan 356 km ruas konstruksi.
Selain mengelola koridor utama di Sumatra, Hutama Karya juga mengoperasikan dua ruas tol strategis di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.
Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, membeberkan bahwa lonjakan performa keuangan didorong oleh pertumbuhan volume lalu lintas harian yang masif di berbagai ruas fungsional baru.
Sebagai contoh, perpanjangan Ruas Tol Sigli–Banda Aceh (Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum) mencatatkan lonjakan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) hingga 229%.
"Pada tahun 2025, pendapatan jalan tol (termasuk kontribusi PT Hutama Marga Waskita) tumbuh sekitar 26,8% dibanding 2024, atau melonjak 35,7% jika disandingkan dengan tahun 2023. Capaian ini membuat kontribusi Operating Income Jalan Tol terhadap laba operasional konsolidasian korporasi meroket hingga 39,65%," ujar Adri dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Adri menambahkan, indikator kesehatan bisnis ini ditandai dengan angka Earnings After Tax (EAT) atau laba bersih bisnis jalan tol Hutama Karya yang resmi berbalik positif (rapor hijau) pada 2025, setelah sempat berada di zona negatif pada periode 2023 dan 2024.
Selaras dengan capaian finansial, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan esensi JTTS didesain mutlak untuk kemaslahatan publik.
Keberadaan jalan bebas hambatan ini terbukti memperlancar distribusi logistik, membuka akses destinasi wisata, serta menumbuhkan klaster UMKM baru di daerah yang dilintasi.
Efisiensi ini diakui langsung oleh Titha Monica Hardi, seorang pengguna jalan asal Riau. Ia mengaku mobilitas rutinnya melintasi Tol Pekanbaru–Dumai menuju Duri, hingga rute mudik via Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin kini jauh lebih hemat waktu dan aman.