Emas sebagai Safe Haven, Pilihan Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Emas batangan.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Di tengah situasi perekonomian global yang sering dibayangi ketidakpastian, emas kembali menjadi perhatian sebagai salah satu instrumen investasi yang dianggap aman. 

img_title Bandar Lampung Expo 2026 Resmi Dibuka, Jadi Momentum Genjot Investasi dan Sektor UMKM

Emas dikenal sebagai safe haven, yaitu aset yang berfungsi melindungi nilai kekayaan ketika kondisi ekonomi, politik, maupun pasar keuangan sedang tidak stabil.

Secara harfiah, safe haven berarti “tempat berlindung yang aman”. Dalam konteks investasi, istilah ini merujuk pada aset yang cenderung tetap stabil, bahkan berpotensi meningkat nilainya saat terjadi krisis. 

img_title Wapres Gibran Tinjau Tol Palembang–Betung dan Jambi, Dorong Akselerasi Koridor Utama Jalan Tol Trans Sumatera

Ketika pasar saham mengalami tekanan dan nilai mata uang melemah, banyak investor memilih memindahkan dananya ke emas sebagai langkah antisipasi.

Pengamat Ekonomi, Febrian Maulana Putra, S.Akun., M.E., mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah faktor utama yang membuat emas layak disebut sebagai safe haven.

img_title Tragis! Janda Dua Anak di Lampung Utara Ditemukan Tewas Mengenaskan, Tangan dan Kaki Terikat

"Emas memiliki karakteristik yang menjadikannya relatif lebih aman dibandingkan instrumen investasi lainnya ketika terjadi gejolak ekonomi," ujarnya pada Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, alasan pertama adalah karena nilai emas cenderung stabil dalam jangka panjang. Berbeda dengan saham maupun kripto yang memiliki tingkat volatilitas tinggi, emas dinilai lebih mampu bertahan dari tekanan pasar. 

Meski tetap mengalami fluktuasi, pergerakan harganya tidak seekstrem aset berisiko tinggi lainnya.

Alasan kedua, emas tahan terhadap inflasi. Ketika inflasi menyebabkan nilai mata uang menurun, harga emas umumnya ikut meningkat. 

Kondisi ini membuat emas mampu menjaga daya beli pemiliknya dalam jangka waktu yang lebih panjang.

"Ketiga, emas tidak bergantung pada kinerja perusahaan ataupun pemerintah. Emas merupakan aset fisik yang nyata, bukan surat berharga yang dipengaruhi kebijakan, manajemen, atau kondisi finansial lembaga tertentu," jelasnya.

'Keempat, emas bersifat likuid dan diakui secara global. Emas dapat diperjualbelikan hampir di seluruh dunia dengan harga yang relatif transparan, sehingga mudah dicairkan kapan pun dibutuhkan," lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa emas biasanya menjadi incaran investor ketika terjadi krisis ekonomi global, resesi atau inflasi tinggi, ketidakstabilan politik, serta ketidakpastian di pasar saham. 

Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung mengalihkan dana dari aset berisiko ke emas untuk meminimalkan potensi kerugian. Peningkatan permintaan tersebut kerap berdampak pada kenaikan harga emas di pasar.

Halaman Selanjutnya
img_title