Tingkatkan Layanan Rujukan, RSUD dr. Bob Bazar Kalianda Terima Alkes CT Scan 64 Slice
- Istimewa
Lampung Selatan, Lampung – RSUD dr. Bob Bazar, SKM Kalianda (RSBB) kini memiliki fasilitas diagnostik canggih setelah resmi menerima alat kesehatan CT Scan 64 slice, Rabu (11/2/2026).
Alat ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI melalui program strategis nasional Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).
Kehadiran CT Scan 64 slice ini menjadi solusi atas kendala rujukan pasien di Lampung Selatan. Selama ini, pasien yang membutuhkan pemeriksaan pencitraan lanjutan harus dirujuk ke luar daerah, yang berisiko memperlambat penanganan medis.
Direktur RSBB, dr. Djohardi, menjelaskan bahwa alat ini memiliki kemampuan pencitraan yang lebih detail dan cepat untuk menangani penyakit prioritas seperti Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).
"Dengan alat ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh. Pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan aman di RSBB," ujar dr. Djohardi.
Menurutnya, selama ini pasien Lampung Selatan yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan lanjutan masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Kondisi tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menambah beban biaya serta risiko keterlambatan penanganan medis.
"Dengan hadirnya CT Scan ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh. Pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan aman di RSBB," jelasnya.
Program SIHREN sendiri merupakan upaya Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan nasional, khususnya untuk penanganan penyakit prioritas seperti Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).
CT Scan 64 slice memiliki kemampuan pencitraan yang lebih detail dan cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Sehingga sangat mendukung penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan medis maupun penyakit kronis yang membutuhkan diagnosis presisi.
Dr. Johardi menambahkan, selain kesiapan perizinan, RSBB juga mempersiapkan sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta sarana pendukung lainnya agar pengoperasian CT Scan nantinya berjalan optimal dan sesuai standar keselamatan.
"Kami ingin memastikan bahwa ketika layanan ini dibuka, semuanya sudah siap baik SDM, SOP, maupun aspek keselamatan radiasi. Tujuan akhirnya tentu memberikan pelayanan terbaik dan aman bagi masyarakat," tegasnya.