Cegah Wabah Jelang Ramadan, Disbunnak Lampung Utara Distribusikan 6.250 Vaksin PMK

Disbunnak Lampung Utara distribusikan 6.250 vaksin PMK.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Utara, Lampung – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lampung Utara mengambil langkah cepat dan terukur untuk mengantisipasi ancaman penyakit hewan menular. 

img_title Disembunyikan di Bagasi Bus, Pengiriman 670 Burung Ilegal asal Sumsel Digagalkan di Bakauheni

Sebanyak 6.250 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) disiapkan dan mulai didistribusikan langsung ke kandang-kandang milik warga melalui empat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Kepala Disbunnak Lampung Utara, M. Rizki, menegaskan bahwa vaksinasi massal ini menyasar sapi dan kambing untuk memastikan produktivitas ternak tetap terjaga. Selain PMK, petugas juga memberikan pengobatan untuk penyakit lain seperti cacingan.

img_title 4 Pelaku Pembantaian Tapir di Register 45 Diringkus Polres Mesuji, 2 Eksekutor Masih Buron

"Kami terjunkan petugas langsung ke kandang masyarakat agar perlindungan merata dan tepat sasaran. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan saat wabah sudah menyebar," ujar Rizki.

Pelaksanaan vaksinasi melibatkan 23 petugas dokter hewan dan paramedis, yang diterjunkan melalui empat Puskeswan, yakni Puskeswan Kotabumi Selatan, berkantor di Disbunnak Lampung Utara, Puskeswan Sungkai Jaya, Desa Cempaka Timur kemudian Puskeswan Bunga Mayang, Desa Negara Tulang Bawang dan Puskeswan Abung Timur, Desa Sidomukti.

img_title Dr. Benny Karya Limantara: Penyembelihan Tapir Adalah Kejahatan terhadap Keadilan Ekologis

Selain menyasar ternak besar, Disbunnak juga membuka layanan vaksinasi dan pengobatan gratis bagi hewan peliharaan. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan secara menyeluruh sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Upaya pencegahan ini dinilai krusial, mengingat pada tahun 2025 Lampung Utara sempat mencatat kasus flu burung pada unggas di Kecamatan Hulu Sungkai dan Sungkai Utara. Peristiwa tersebut menjadi peringatan serius agar pengawasan dan pengendalian kesehatan hewan terus diperketat.

"Pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan wabah. Karena itu kami mengimbau peternak agar kooperatif dan segera melapor jika menemukan gejala penyakit pada ternaknya," tegas Rizki.

Melalui vaksinasi massal ini, Disbunnak Lampung Utara berharap populasi ternak tetap sehat, produktivitas peternak terjaga, serta potensi wabah penyakit hewan dapat ditekan sejak dini. (*)