Bulog Lampung Utara Serap 47 Ton Gabah Petani, Targetkan Swasembada Pangan 2026
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Perum Bulog Cabang Lampung Utara bergerak cepat mendukung target swasembada pangan nasional 2026. Sejak menerima penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada 23 Januari 2026, Bulog tercatat telah menyerap 47 ton gabah langsung dari tangan petani.
Pemimpin Cabang Bulog Lampung Utara, Gusdi Prasmana, mengatakan serapan gabah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026 dengan target produksi sebesar 4 juta ton.
"Bulog Lampung Utara akan terus melakukan serapan gabah petani secara masif hingga akhir tahun 2026. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia," ujar Gusdi, Minggu 25 Januari 2026.
Dalam pelaksanaannya, Bulog Lampung Utara mengerahkan Tim Jemput Pangan yang melibatkan unsur Bulog, TNI melalui Babinsa, serta Penyuluh Pertanian.
Tim ini bertugas langsung ke lapangan untuk menyerap gabah dari petani di sentra-sentra produksi.
Gusdi menjelaskan, harga gabah yang dibeli Bulog ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram dengan ketentuan any quality sesuai usia panen.
Kualitas dan usia panen gabah tersebut dibuktikan melalui surat pernyataan dari Penyuluh Pertanian setempat.
"Kebijakan ini kami terapkan agar petani mendapatkan kepastian harga yang layak dan tidak dirugikan, terutama saat musim panen raya," jelasnya.
Sebagai bagian dari realisasi serapan, Bulog Lampung Utara telah melakukan pembelian gabah petani di Kampung Sukabumi, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus diperluas ke wilayah lain di Lampung Utara dan sekitarnya.(*)