Atasi Stigma Lewat Ekonomi: Campus Leaders Program BCF dan Pupuk Indonesia Berdayakan Masyarakat Rentan TBC
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Bakrie Center Foundation (BCF) sukses menyelenggarakan presentasi akhir hasil magang Campus Leaders Program (CLP) Batch 11 pada Selasa (16/12/2025).
Program yang diikuti oleh 48 mahasiswa dari berbagai universitas ini difokuskan pada inisiatif pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat rentan Tuberkulosis (TBC) di tiga provinsi: Lampung, Sumatra Selatan, dan Jakarta.
Pelaksanaan CLP sepanjang tahun 2025 didukung oleh PT Pupuk Indonesia (Persero), sebagai mitra korporasi yang turut mengedukasi SDGs Heroes (sebutan bagi mahasiswa magang CLP) serta para mentor untuk mengimplementasikan pilot program pemberdayaan ekonomi.
CLP batch 11 memfokuskan pada program pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat rentan Tuberkulosis (TBC). Mengapa demikian?
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, Indonesia masih memiliki lebih dari 1 juta kasus TBC, dengan rata-rata kematian per-tahun sebanyak 125.000 jiwa.
TBC tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan pada pasiennya, namun juga mempengaruhi permasalahan sosial hingga ekonomi.
Minimnya edukasi terkait TBC menyebabkan masih tingginya stigma dan diskriminasi yang dialami oleh pengidapnya salah satunya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Selain itu, efek samping obat-obatan TBC yang dikonsumsi juga menyebabkan melemahnya fisik pengidapnya, sehingga sulit untuk melakukan pekerjaan.
Berangkat dari latar belakang tersebut, BCF bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong Inisiatif Lampung Sehat (ILS) dan Masyarakat Sehat Sriwijaya (MSS) untuk menginisiasi dan mewujudkan program pemberdayaan ekonomi yang ditujukan untuk pasien, penyintas, maupun kader TBC.
Dalam presentasi akhir CLP batch 11, para peserta magang memaparkan hasil dari kegiatan magang yang dilakukan di masing-masing organisasi. Inisiatif Lampung Sehat (ILS) mempresentasikan laporan pelaksanaan program Resaku (Recycle Sakai Sambayan).
Resaku merupakan program daur ulang minyak jelantah dan sampah plastik, yang melibatkan masyarakat di wilayah RT 09 dan Lingkungan III Kelurahan Gunung Sulah.
Wilayah tersebut menghadapi masalah serius dalam menangani sampah rumah tangga khususnya minyak jelantah, sampah plastik, juga popok anak sekali pakai.
Didukung oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai mitra korporasi, para mahasiswa yang dijuluki SDGs Heroes ini terjun langsung mendampingi komunitas penyintas dan kader TBC untuk menciptakan solusi ekonomi yang berkelanjutan.