Hutama Karya Perkuat Infrastruktur Pemerintahan dengan Membangun Kawasan Yudikatif dan Legislatif di IKN

Hutama Karya Garap Pembangunan Gedung di IKN.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur inti pemerintahan dengan resmi menandatangani kontrak pembangunan Gedung dan Kawasan Lembaga Yudikatif Mahkamah Agung (MA) serta Gedung dan Kawasan Lembaga Legislatif Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

img_title Sabet Peringkat 4 Nasional, Realisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Lampung Tembus 48,59 Persen

Penandatanganan dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025, di Tower 1 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Arsitektur Modern Nusantara untuk Kawasan Mahkamah Agung

img_title Ekosistem Investasi Jadi Percontohan, Pemkab Malang Berguru Strategi Industri ke Pemprov Lampung

Kawasan Yudikatif Mahkamah Agung dibangun di atas lahan 79.179 m² dengan total luas bangunan 55.752 m² oleh KSO Hutama Karya–Jaya Konstruksi. Kompleks ini mencakup gedung utama, ruang sidang, pusat layanan publik, serta konektivitas langsung dengan Plaza Yudikatif sebagai ruang publik formal.

Bangunan dirancang dengan pendekatan Modern Nusantara, memadukan teknologi konstruksi terbaru dengan identitas budaya. Fasad gedung mengusung motif Talawang, perisai tradisional Suku Dayak, sebagai simbol pelindung keadilan. Identitas lokal diperkuat dengan elemen batu alam, laminated wood, serta rotan sintetis.

img_title Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Sidang Pleno dan Penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Medan

Penerapan motif tenun nusantara pada overstek berfungsi sebagai peneduh matahari, didukung konsep bangunan panggung (pilotis) yang meningkatkan sirkulasi udara dan area terbuka. Sistem modern seperti Intelligent Sun Control System menjadi bagian dari efisiensi energi gedung.

Gedung MPR Jadi Ikon Baru Kawasan Legislatif IKN

Kawasan Gedung MPR dikerjakan oleh KSO Hutama Karya–Wijaya Karya–BAP dengan total luas konstruksi 74.196 m², mencakup gedung utama, museum, masjid, dan fasilitas pendukung.

Kawasan ini terhubung langsung dengan Plaza Demokrasi/Serambi Musyawarah sebagai ruang publik legislatif.

Secara arsitektural, Gedung MPR menonjolkan karakter institusional yang kokoh melalui konsep rumah panggung/pilotis, menciptakan kesan bangunan yang agung, terbuka, serta adaptif dengan kontur lahan. Identitas budaya tampil melalui aksen Wastra Nusantara pada area drop-off.

Desain kawasan memperhatikan prinsip breathable architecture, fitur green & sustainable seperti sky garden, photovoltaic, dan rainwater harvesting.

Pendekatan Modern Nusantara memastikan bangunan relevan dan tahan hingga puluhan tahun, menjadikannya ikon baru kawasan legislatif IKN.

Integrasi Kawasan Pemerintahan yang Efisien dan Berkelanjutan

Halaman Selanjutnya
img_title