Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Lampung Imbau Tunda Keberangkatan Umrah, 438 Jemaah Masih di Tanah Suci
- Lampung.viva
Bandar Lampung, Lampung – Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Lampung merespons dinamika situasi keamanan di Timur Tengah dengan mengeluarkan imbauan kepada penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
Meski belum ada larangan resmi, pihak Kemenag menyarankan agar keberangkatan jemaah yang direncanakan dalam waktu dekat dapat dijadwalkan ulang (reschedule) atau ditunda sementara.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ansori E. Citra, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk antisipasi demi keamanan dan kenyamanan jemaah.
"Kalau untuk larangan umrah, sampai hari ini belum ada. Namun kami mengimbau kepada para PPIU atau agen-agen travel umrah, apabila ada jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat dan memungkinkan untuk di-reschedule atau ditunda, sebaiknya ditunda terlebih dahulu," ujar Ansori, Senin 2 Maret 2026.
Imbauan tersebut, kata dia, semata-mata demi keamanan dan kenyamanan jemaah di tengah dinamika situasi kawasan Timur Tengah.
Meski belum ada kebijakan penghentian perjalanan, langkah antisipatif dinilai penting guna menghindari potensi kendala, khususnya terkait penerbangan.
Berdasarkan data yang dihimpun Kanwil, saat ini terdapat 438 jemaah asal Lampung yang masih menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.
Sementara untuk data jemaah yang dijadwalkan berangkat pada Maret 2026, pihaknya masih meminta laporan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Ansori juga meminta para pimpinan travel atau PPIU untuk aktif berkoordinasi dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, baik melalui Atase maupun Konsulat, serta memastikan komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan.
"Hal ini penting untuk memastikan kepulangan jemaah berjalan lancar setelah masa umrahnya selesai. Kita khawatir jika nanti ada penundaan penerbangan, meskipun tentu kita berharap itu tidak terjadi," tegasnya.
Ia juga mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air agar tidak panik dan tetap berkoordinasi dengan pihak travel masing-masing. Begitu pula dengan jemaah yang saat ini berada di Tanah Suci, diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi.
Terkait kekhawatiran apakah konflik di Timur Tengah akan berdampak pada keberangkatan haji Lampung tahun 2026, Ansori optimistis tidak akan berpengaruh. "Insya Allah tidak," singkatnya.