Pesan Sujiwo Tedjo Untuk Lampung Di HKN 1 Pringsewu Cultural Festival 2025
- Nanang
Pringsewu, Lampung – Peringati Hari Kebudayaan Nasional (HKN) yang pertama, Ki Sujiwo Tedjo berikan pesan untuk Lampung, di Pringsewu Cultural Festival Kapolres Cup ll tahun 2025.
Dalam pesan tersebut ki Sujiwo Tedjo mengatakan bahwa Polres Pringsewu mengadakan festival kebudayaan dalam rangka Hari Kebudayaan yang pertama yang kebetulan pas dengan hari lahirnya Presiden Prabowo Subianto.
"Kegiatannya sangat menarik, ada karnaval dan lampung banyak menyimpan potensi kebudayaan dan nanti dipewayangan saya ada silat dari lampung, barongsai, gambus, tari tarian jadi potensi banyak," ucap Ki Sujiwo Tedjo, Jum'at (18/10/2025).
Dan, lakon yang dipentaskan semar barang jantur yaitu semar ngamen. Tapi, ngamennya pakai narasi. Jantur itu cerita narasi.
Jadi, semar bercerita. Nah, ceritanya semar itu beda dengan wayang pada umumnya ceritanya adalah hikayat sang timur yang ditulis oleh kapolres Pringsewu.
"Saya berpesan untuk masyarakat Lampung, tolong untuk para pemudanya mulai berbangga lagi berbahasa Lampung, entah lampung tengah, lampung peminggir atau lampung pesisir. Karena, mungkin Lampung termasuk orang daerah yang anak anak mudanya kurang bangga terhadap bahasanya sendiri. Sementara, orang orang Sunda, Madura, orang orang bali anak mudanya pakai bahasa madura tidak malu karena kalau forum resmi baru pakai bahasa indonesia," ungkapnya.
Jadi, saya ingatkan. Ini bulan bahasa, bulan oktober Sumpah pemuda itu sering diartikan salah bersatu bangsa satu tanah air satu bahasa. Yang ketiga itu bukan berbahasa satu bahasa indonesia. Tapi, menjunjung tinggi bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan. Bertanah air satu tanah air indonesia, berbangsa satu bangsa indonesia, menjunjung tinggi bahasa indonesia sebagai bahasa persafuan bukan berbahasa satu .
"Jadi, bahasa lampung jangan punah, karena bahasa menunjukan sebuah bangsa dan cara membunuh suku bangsa sangat mudah, bunuhlah bahasanya," tegasnya.
Kemudian, di festival budaya ini saya harap bukan festival yang terakhir saya berharap seperti virus buat kabupaten kabupaten lain khususnya polres lain di Indonesia.
"Sebuah gerakan kebudayaan tidak bisa diserahkan kepada masyarakat juga, para penguasa, para abdi negara harus juga menyelenggarakan seperti yang dilakukan di Polres Pringsewu.
Selamat," harapnya. (*)