Rektor UIN Raden Intan Lampung Dukung Penuh Gerakan Wakaf Pendidikan Islam Menuju Indonesia Emas

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, LampungRektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin, M.Ag., Ph.D., menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, yang secara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, pada 16 Agustus 2025.

img_title Peringati Kemerdekaan RI ke-81, Desa Kelaten Gelar Pesta Rakyat Budaya Jawa dan Pasar UMKM

Gerakan ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk memperkuat peran wakaf produktif dalam mendukung pembangunan pendidikan Islam dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis filantropi.

"Wakaf tidak boleh hanya dipahami sebagai ibadah individu, tapi juga sebagai instrumen sosial untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun peradaban," ujar Prof. Wan, Senin (18/8/2025).

img_title UBL Cetak Sejarah Baru, Lahirkan Doktor Perdana Lewat Riset Strategis Perguruan Tinggi

Ia menambahkan, UIN Raden Intan Lampung siap menjadi bagian aktif dalam mendukung agenda besar Kementerian Agama tersebut, termasuk mendorong sivitas akademika untuk terlibat dalam budaya filantropi melalui wakaf.

Wakaf Sebagai Sumber Pendanaan Alternatif

img_title Realisasi APBD Tembus 60 Persen, Wakil Wali Kota Metro Bongkar Sejumlah Sumber PAD Masih Nol Rupiah

Rektor menyoroti bahwa pengelolaan wakaf di Indonesia selama ini masih belum optimal. Ia berharap dengan adanya gerakan nasional ini, tata kelola wakaf baik di kampus maupun di masyarakat dapat menjadi lebih produktif, transparan, dan berkelanjutan.

"UIN Raden Intan Lampung akan mengembangkan program-program inovatif yang menjadikan wakaf sebagai sumber pendanaan alternatif, khususnya untuk penguatan riset, pemberian beasiswa, dan pembangunan sarana pendidikan," jelasnya.

Transformasi Wakaf di Era Modern

Prof. Wan menegaskan bahwa wakaf telah menjadi tradisi luhur umat Islam di Indonesia sejak berabad-abad, namun dalam konteks modern, pemahaman dan praktik wakaf perlu ditransformasikan.

"Spirit filantropi umat tidak boleh berhenti pada pola konsumtif, tetapi harus berkembang menjadi strategi pembangunan nasional yang produktif, berdaya guna, dan terintegrasi dengan kesejahteraan bangsa," tegasnya.

Menurutnya, penguatan ekosistem wakaf produktif juga akan memperkuat peran universitas dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di Provinsi Lampung yang memiliki potensi besar dalam wakaf tanah maupun wakaf uang.

Ajakan untuk Bergerak Bersama

Di akhir pernyataannya, Prof. Wan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sivitas akademika, alumni, dan mitra strategis kampus, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan Gerakan Wakaf Pendidikan Islam.

"Ini adalah ikhtiar kolektif yang tidak hanya mendukung pembangunan pendidikan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata kita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(*)