Ken Setiawan: Islam Bukan Ajaran Baru, Tapi Rekonstruksi Taurat dan Injil

Membangun Kehidupan Toleransi Menuju Indonesia Emas 2045
Sumber :
  • Istimewa

Tulang Bawang, Lampung – Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Wilayah Provinsi Lampung memulai kegiatan roadshow bertajuk "Indonesia Damai" dengan tema “Membangun Kehidupan Toleransi Menuju Indonesia Emas 2045”, sebagai bagian dari upaya membangun kerukunan antarumat beragama serta mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.

img_title Perkuat Benteng Kampus dari Radikalisme, Unila Bakal Gelar Kuliah Umum Bersama Kepala BNPT dan NII Crisis Center

Kegiatan ini dibuka di Sekretariat API Kabupaten Tulang Bawang, dan akan dilanjutkan ke 15 kabupaten/kota lainnya se-Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan dialog ini, API menghadirkan narasumber Ken Setiawan, mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) yang telah meninggalkan paham radikal dan kini aktif membina korban-korban NII melalui lembaga rehabilitasi NII Crisis Center yang ia dirikan.

img_title Jadi Tuan Rumah MTQ ke-53 Tingkat Provinsi, Lampung Selatan Siapkan Sembilan Arena dan Sambut Ratusan Kafilah

Islam: Kelanjutan Ajaran Para Nabi Sebelumnya

Dalam pemaparannya, Ken menegaskan bahwa Islam bukanlah agama baru yang muncul begitu saja, melainkan merupakan kelanjutan dari ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, termasuk Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa (Yesus). Ia menyebut Islam sebagai “rekonstruksi dari ajaran Taurat dan Injil”.

img_title Basuki Rahmat: Tolak Tawaran ke Istana, Ken Setiawan Pilih 'Jalan Sunyi' Pengabdian di Kampung Halaman

"Sejarah mencatat bahwa Islam memiliki keterkaitan erat dengan ajaran sebelumnya. Dalam Al-Qur’an, Taurat dan Injil juga diakui sebagai kitab suci. Maka tidak heran jika ada kemiripan ajaran dan kisah antara ketiga kitab tersebut," ujar Ken.

Ia juga menyoroti peran para tokoh Kristen dalam proses pendidikan Nabi Muhammad SAW, seperti sepupunya Waraqah bin Naufal dan Pendeta Bukhaira. “Nabi Muhammad dibina dan dikader sejak muda oleh orang-orang terdekatnya, termasuk yang berasal dari kalangan Nasrani,” jelasnya.

Teladan Toleransi dari Nabi Muhammad

Ken juga mengangkat sejumlah contoh sejarah yang menunjukkan sikap toleran Nabi Muhammad terhadap pemeluk agama lain. Salah satunya adalah peristiwa saat delegasi Nasrani dari Najran diizinkan beribadah di Masjid Nabawi, yang kemudian disusul dengan Perjanjian Damai Najran pada tahun 628 M.

"Dalam perjanjian itu, Nabi Muhammad memberikan jaminan keamanan, perlindungan, dan kebebasan beragama kepada umat Nasrani. Bahkan beliau menganjurkan umat Islam untuk membantu pembangunan tempat ibadah umat lain tanpa menganggapnya sebagai beban atau utang," ungkap Ken.

Menurutnya, nilai-nilai toleransi dalam Islam justru memperkuat keyakinan, bukan melemahkannya. 

Halaman Selanjutnya
img_title