Tokoh Agama di Lampung Serukan Kembali ke Fitrah Insani, Tolak Gaya Hidup LGBT
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Tokoh Agama Lampung, K.H. Sulaiman Ahmad, menyerukan pentingnya umat Islam untuk kembali kepada fitrah insani, yaitu kesucian jiwa dan akhlak sesuai dengan ajaran Islam. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangannya pada Kamis, 10 Juli 2025.
Sebelumnya, pada Selasa, 8 Juli 2025, K.H. Sulaiman Ahmad bersama tim bersilaturahmi dengan para tokoh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah Lampung, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Mereka sepakat untuk menolak adanya LGBT sebagai gaya hidup.
Menjaga Kewarasan Akhlak dan Moral
K.H. Sulaiman Ahmad menegaskan bahwa menjaga kewarasan akhlak dan moral adalah tanggung jawab setiap individu, terutama di tengah maraknya penyimpangan seksual yang mulai dianggap biasa oleh sebagian masyarakat.
"Kita harus kembali ke fitrah insani. Manusia diciptakan oleh Allah dengan kehormatan dan akal sehat, bukan untuk mengikuti hawa nafsu yang menyimpang. Jangan rusak kewarasan itu dengan perilaku yang bertentangan dengan syariat dan akal," tegasnya.
Beliau menyoroti fenomena LGBT dan perilaku seksual menyimpang yang kini banyak berkembang di ruang digital, bahkan mulai diterima secara sosial di beberapa kalangan.
Menurutnya, hal tersebut merupakan ancaman nyata terhadap masa depan generasi dan tatanan sosial.
"Ini bukan hanya soal agama, tapi juga soal kemanusiaan dan ketenangan jiwa. Ketika fitrah dilanggar, maka hidup pun kehilangan arah. Islam datang bukan untuk membenci pelaku, tapi menyelamatkan mereka dari jalan yang salah," lanjutnya.
Peran Penting Dai, Tokoh Masyarakat, dan Orang Tua
K.H. Sulaiman Ahmad juga mengajak para dai, tokoh masyarakat, dan orang tua untuk aktif memberikan pendidikan akhlak dan pemahaman keislaman sejak dini.
Tujuannya agar anak-anak dan remaja tidak terjerumus ke dalam gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Sebagai informasi, enam tokoh yang hadir dalam pertemuan sebelumnya adalah Dr. H. Firmansyah, Habib Umar Asegaf, K.H. Ansori, S.P., K.H. Sulaiman Ahmad, H. Sukri Baihaki, M.H., dan Khadafi, S.P., M.M.
Mereka hadir untuk menyampaikan keresahan masyarakat terkait penyebaran perilaku menyimpang LGBT yang kini dinilai semakin terang-terangan, termasuk di media sosial.(Putra)