Karhutla di Way Kambas Padam Total, Petugas Lakukan Pendinginan dan Siagakan Satu Kompi Pasukan

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Timur, LampungKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, akhirnya dinyatakan padam seluruhnya pada Senin (31/8/2026) sore. 

img_title Erupsi Gunung Anak Krakatau Siaga Level III, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Tenang dan Siagakan Pasukan

Meski api utama telah padam, petugas gabungan belum menghentikan operasi dan masih fokus melakukan proses pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak ada sisa bara di tanah yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan pengecekan di lokasi, titik kebakaran sebelumnya tidak menembus area utama pusat konservasi. Sehingga, populasi satwa dilindungi, khususnya gajah sumatra di kawasan TNWK, dipastikan tetap aman dan dalam kondisi sehat.

img_title Ribuan Burung Liar Diselundupkan Bersama Sapi, Petugas Gabungan Amankan Truk di Pelabuhan Bakauheni

Secara akumulatif, kebakaran TNWK melanda lahan yang didominasi vegetasi kering, semak belukar, dan ilalang. Pada fase awal, luasan lahan yang terdampak sempat mencapai 673,4 hektare. 

Pada tahap akhir penanganan, tersisa sekitar 100,7 hektare area terbakar yang kini berhasil dipadamkan total oleh tim gabungan.

img_title Sengketa Lahan 9 Hektare di Sukarame Belum Berakhir

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa pihaknya kini menyiagakan satu kompi pasukan Yonif TP 943 Darah Putih Cakra di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi munculnya titik panas baru selama musim kemarau.

"Pengerahan pasukan disiagakan bersama penggunaan teknologi pengintaian drone thermal. Selain penanganan fisik, kami juga menerjunkan tim penyuluh untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kawasan hutan dari pembakaran," ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Hingga saat ini, posko gabungan dari unsur TNI, Polri, Balai TNWK, dan instansi terkait masih terus beroperasi di lapangan. Selain patroli darat, pemantauan udara serta operasi modifikasi cuaca (OMC) tetap dioptimalkan demi memastikan kawasan konservasi tersebut sepenuhnya aman dari ancaman karhutla.(*)