Sengketa Lahan Memanas, Warga Ngamuk Bakar Mess dan Gudang PT BSA di Lampung Tengah

Kerusuhan di perkebunan sawit Anak Tuha, mess dan gudang PT BSA hangus dibakar warga.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Tengah, Lampung – Situasi di lokasi perkebunan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Dusun Sriwaya, Kampung Aji Tuha, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, mendadak memanas. 

img_title Perkuat Mitigasi Bencana, STIK Lemdiklat Polri Gali Data Lapangan di Pringsewu

Amuk massa berujung pada pembakaran mess karyawan, gudang, hingga fasilitas perusahaan pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi pembakaran tersebut bermula ketika kelompok warga setempat mendatangi lokasi dan mengusir para pekerja serta karyawan PT BSA. Tak lama usai pengusiran, api mulai membesar dan melahap berbagai bangunan di area perusahaan.

img_title 21 Polwan Terbaik Polda Lampung Terima Penghargaan Kapolda saat Peringati HUT ke-78 Polwan RI

Berdasarkan keterangan sumber di lokasi kejadian, amukan massa menghanguskan hampir seluruh fasilitas fisik perusahaan milik anak usaha Sungai Budi Group (Bumi Waras) tersebut.

"Aset yang terbakar meliputi mess karyawan, bangunan gudang, serta fasilitas operasional lainnya. Bangunan yang tersisa di area tersebut hanya masjid," ungkap sumber di lokasi.

img_title Abu Krakatau Belum Hilang, 605 Personel TNI Disiagakan dan Siap Bersihkan Sekolah

Menerima laporan kerusuhan tersebut, personel gabungan dari TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi serta mengamankan area perkebunan. 

Puluhan personel Satuan Brimob Polda Lampung juga dikerahkan guna mempertebal pengamanan dan mengantisipasi gejolak susulan.

Hingga Rabu sore, situasi di sekitar lokasi kejadian masih dijaga ketat oleh aparat keamanan bersenjata lengkap.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pemicu utama aksi anarkis tersebut serta mendata total kerugian materiil maupun ada tidaknya korban jiwa dalam insiden ini. Keterangan resmi dari Polres Lampung Tengah dan Polda Lampung masih ditunggu. (*)