Dua Bulan Tanpa Hujan dan Diserang Hama, 30 Hektare Sawah di Tulang Bawang Terancam Puso

Puluhan hektare sawah di Rawa Pitu Tulang Bawang terancam gagal panen akibat kekeringan dan serangan hama.
Sumber :
  • Lampung.viva

Tulang Bawang, Lampung – Kemarau panjang yang memicu kekeringan mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

img_title Atasi Kekeringan, Polres Waykanan Bagikan Air Bersih

Puluhan hektare tanaman padi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Rawa Pitu, terancam gagal panen akibat krisis air yang diperparah serangan hama tikus dan wereng.

Kondisi persawahan di wilayah tersebut mulai mengering setelah hujan nyaris tidak turun selama dua bulan terakhir. Saluran irigasi primer yang menjadi tumpuan utama pasokan air para petani kini mengering total.

img_title Beredar Pesan Hoaks Tsunami dan Air Laut Naik 20 Cm di Lampung, BPBD Imbau Warga Tidak Panik

Tak hanya dampak cuaca panas ekstrem, sekitar 30 hektare lahan sawah di Desa Sumber Agung juga mengalami kerusakan fatal pada bagian batang dan daun akibat gerogotan hama tikus serta serangan wereng.

Ancaman gagal panen ini terasa kian ironis lantaran terjadi di tengah tingginya harga gabah di pasaran. Momentum yang seharusnya menjadi kesempatan petani untuk meraup untung justru berubah menjadi ancaman kerugian hingga ratusan juta rupiah.

img_title Antisipasi Hujan Abu Gunung Anak Krakatau, Forkopimcam Bakauheni Bagikan Masker di 5 Desa

Anggota kelompok tani Desa Sumber Agung, Agus Solihin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pasokan air yang masuk untuk menyelamatkan tanaman warga.

"Lagi bersihin sisa-sisa padi yang dimakan tikus. Kalau di Rawa Pitu ini ada puluhan hektare yang terdampak. Kami khawatir petani tidak bisa panen sama sekali dan rugi besar," ujar Agus saat ditemui di lokasi persawahan, Jumat (7/8/2026).

Agus menambahkan, selama ini para petani melakukan upaya pencegahan dan pembasmian hama secara mandiri dengan membeli racun serta obat-obatan menggunakan modal pribadi tanpa adanya bantuan suplai dari pemerintah.

"Untuk antisipasi ya kami pakai racun segala macam. Obat-obatan beli sendiri di toko, belum ada bantuan obat tikus dari pemerintah. Harapan kami sisa tanaman yang dimakan tikus ini masih bisa tumbuh kembali dengan bagus," ungkapnya.

Saat ini, fokus para petani bukan lagi mengejar keuntungan dari tingginya harga gabah, melainkan menyelamatkan sisa tanaman agar modal produksi yang telah dikeluarkan tidak hilang total.

Masyarakat Tani di Kecamatan Rawa Pitu mendesak Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan dinas terkait untuk segera memberikan solusi konkret, baik berupa bantuan pompa air penanganan kekeringan maupun bantuan racun hama untuk menekan tingkat kerusakan lahan. (*)