Jamal KNPI Lampung: Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Nyawa Tidak Bisa Menunggu
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Pelayanan kesehatan merupakan salah satu wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi keselamatan warganya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya ekspektasi publik, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, hingga klinik didesak untuk terus berbenah menghadirkan pelayanan yang responsif dan humanis.
Inovasi berupa pelayanan yang cepat, ramah, profesional, transparan, serta berbasis digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar di era modern.
Jamal, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lampung, menegaskan pentingnya pemangkasan birokrasi dan penyederhanaan prosedur medis di seluruh tingkatan fasilitas kesehatan.
"Masih ditemukannya birokrasi yang panjang, proses administrasi berbelit, waktu tunggu yang lama, serta lambatnya penanganan pasien menjadi persoalan mendesak yang harus dibenahi bersama. Dalam dunia medis ada istilah golden period—waktu emas yang sangat menentukan keselamatan pasien. Keterlambatan hitungan menit saja bisa berdampak fatal," ungkap Jamal, Pengurus KNPI Lampung.
Kecepatan penanganan medis dinilai bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan jiwa. Oleh karena itu, prosedur administratif di barisan depan pelayanan jangan sampai menjadi hambatan bagi penanganan pasien darurat (emergency).
Meski demikian, KNPI Lampung menggarisbawahi bahwa pembenahan sistem kesehatan tidak boleh dilakukan dengan memojokkan para tenaga kesehatan (nakes). Dokter, perawat, dan bidan dinilai telah bekerja di bawah tekanan tinggi dengan keterbatasan sarana maupun tingginya beban pasien.
"Evaluasi dan perbaikan harus berfokus pada penguatan sistem, bukan menyalahkan individu. Pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan perlu mempercepat digitalisasi, menyederhanakan birokrasi, meningkatkan kualitas SDM, serta melengkapi sarana prasarana pendukung," tambahnya.
Selain aspek kecepatan dan akurasi medis, kesantunan serta keramahan petugas medis menjadi kunci dalam membangun kepercayaan (trust) masyarakat terhadap institusi kesehatan.
"Pasien yang sedang sakit tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga kepastian, empati, dan rasa tenang dari tenaga medis yang melayani," tegasnya.
KNPI Lampung menilai kritik publik yang disampaikan secara santun harus dipandang sebagai wujud kepedulian bersama untuk mendorong pelayanan publik yang lebih adaptif. Ukuran keberhasilan fasilitas kesehatan tidak hanya diukur dari megahnya gedung atau canggihnya alkes, melainkan seberapa cepat, tepat, dan manusiawi pelayanan tersebut diberikan. (*)