Data BPS: Penduduk Miskin di Lampung 831 Ribu, Pengangguran 204 Ribu Orang

Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Lampung
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat dua potret berbeda kondisi sosial ekonomi daerah pada semester pertama 2026. Di satu sisi, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga berada di bawah 10 persen. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka justru mengalami kenaikan, meski relatif tipis.

img_title Tekan Angka 1,76 Persen, Lampung Catat Inflasi Terendah di Sumatera pada Juli 2026

 

Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 9,31 persen. Angka tersebut lebih rendah 0,35 poin persentase dibandingkan September 2025.

img_title Di Tengah Perlambatan Ekonomi, Lampung Justru Cetak Surplus Dagang US$533 Juta

 

Secara jumlah, penduduk miskin di Lampung berkurang sekitar 28,24 ribu orang, dari sebelumnya menjadi 831,89 ribu jiwa. Penurunan itu terutama terjadi di wilayah perdesaan yang mencatat tingkat kemiskinan sebesar 10,41 persen atau turun 0,47 poin persentase dibandingkan enam bulan sebelumnya. Sementara itu, tingkat kemiskinan di perkotaan turun lebih lambat menjadi 7,28 persen.

img_title Buka Job Fair Poltekkes, Kadisnaker Lampung sebut Masih Ada 202 Ribu Penganggur

 

"Perbaikan di wilayah perdesaan menunjukkan intervensi dan pemerataan mulai memberikan hasil," kata Ahmadriswan saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Kamis, 6 Agustus 2026.

 

BPS juga mencatat kualitas kemiskinan di perdesaan mengalami perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,472 menjadi 1,417. Penurunan itu menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.

 

Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga turun dari 0,303 menjadi 0,278, yang mengindikasikan kesenjangan pengeluaran di antara kelompok masyarakat miskin semakin menyempit.

 

Meski angka kemiskinan menurun, kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

 

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung pada Mei 2026 mencapai 3,97 persen, naik 0,02 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Kenaikan tersebut setara dengan bertambahnya sekitar 2,13 ribu penganggur sehingga total pengangguran mencapai 204,45 ribu orang.

 

Di sisi lain, jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat. Pada Mei 2026, sebanyak 4,95 juta penduduk tercatat bekerja atau bertambah sekitar 35,5 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Namun, peningkatan kesempatan kerja itu sebagian besar masih terjadi di sektor informal.

 

Proporsi pekerja informal kini mencapai 69,17 persen dari total penduduk bekerja, sedangkan pekerja formal hanya 30,83 persen. Lonjakan pekerja bebas di sektor pertanian menjadi faktor utama meningkatnya penyerapan tenaga kerja informal selama periode tersebut.

 

BPS juga menemukan kesenjangan tingkat pengangguran antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Tingkat pengangguran di perkotaan mencapai 6,15 persen, lebih dari dua kali lipat dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 2,54 persen. Dari sisi gender, tingkat pengangguran perempuan tercatat 4,19 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 3,84 persen.

Halaman Selanjutnya
img_title