Perkelahian Siswa SMP Hingga Patah Tangan, Disdik Tegaskan Berakhir Damai dan Polisi Turun Tangan
- Lampung.viva
Tulang Bawang, Lampung – Rekaman video aksi perkelahian antar-siswa di SMP Negeri Satu Atap 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mendadak viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Insiden tersebut melibatkan dua kejadian perkelahian terpisah yang mengakibatkan seorang siswa mengalami cedera patah tulang lengan.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (18/7/2026) di dalam ruang kelas VII B antara siswa berinisial A dan N. Cekcok dipicu aksi saling mengejek nama orang tua hingga berujung adu fisik dan terekam ponsel siswa lain.
Sementara itu, peristiwa kedua terjadi pada Jumat (24/7/2026) yang melibatkan siswa berinisial DF (atau D) dan MA. Berawal dari perselisihan di sekolah, keduanya sepakat berduel di area kebun karet kawasan Jalan Jahe, Desa Dente Makmur, dengan disaksikan puluhan siswa. Dalam duel tersebut, MA membanting DF hingga menyebabkan tulang lengan korban patah.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Tulang Bawang, Muhammad Ami Iswandi Ismed Balau, meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa perkelahian di dalam kelas yang viral tidak menyebabkan patah tulang, melainkan insiden kedua di luar lingkungan sekolah.
Ami menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan bersama instansi terkait, kepala sekolah, komite, tokoh masyarakat, serta jajaran kecamatan telah turun langsung melakukan koordinasi, pembinaan, dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan pada Sabtu (25/7/2026).
"Kami telah berkoordinasi bersama kepala sekolah, komite, orang tua/wali murid yang bersangkutan, serta pihak terkait. Penyelesaian masalah dilakukan secara clear and clean dan telah terjadi kesepakatan damai. Orang tua siswa yang terlibat telah bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban," ujar Ami Iswandi, Rabu (29/7/2026).
Ia juga mengimbau agar peristiwa tersebut tidak terus dikembangkan sebagai kasus perundungan (bullying) terstruktur, melainkan perselisihan antar-siswa yang dipicu konflik personal.
Kendati proses mediasi dan kesepakatan damai telah disepakati oleh kedua belah pihak keluarga, pihak kepolisian menegaskan tetap mendalami peristiwa tersebut secara prosedural.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, menyatakan bahwa kepolisian turun tangan untuk mengklarifikasi kronologi kejadian guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana yang terabaikan, mengingat dampak cedera berat yang dialami korban.