Diduga Korban Pembunuhan dan Perampokan, Wanita 60 Tahun di Ketapang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
- Istimewa
Lampung Selatan, Lampung – Warga Dusun 3 Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, digemparkan oleh peristiwa penemuan jasad wanita paruh baya yang tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, Senin (20/7/2026) malam.
Korban menghembuskan napas terakhir dengan luka sabetan benda tajam serta sejumlah barang berharga yang hilang.
Informasi kejadian tersebut dibenarkan oleh Ketua BPD Desa Ketapang, Dedi. Korban diidentifikasi bernama Nuraini (60).
Kejadian tragis ini langsung ditangani oleh aparat kepolisian dari Polsek Penengahan yang langsung memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan warga dan pihak keluarga, peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh anak menantu korban sekitar waktu Isya.
Saksi menantu yang masuk ke dalam kamar terkejut mendapati korban sudah dalam posisi terbaring tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.
Saksi mata di lokasi yang membantu proses pengangkatan jasad, Virdaus, mengungkapkan adanya luka parah akibat senjata tajam pada tubuh korban.
"Awalnya kami kira ada keributan keluarga biasa. Ternyata pihak keluarga histeris memberitahukan bahwa korban sudah meninggal di dalam kamar bersimbah darah. Saat saya ikut mengangkat jenazah, terlihat ada luka yang cukup dalam bekas sabetan benda tajam di bagian kepala belakang," jelas Virdaus, saksi mata yang membantu mengevakuasi jenazah.
Hal senada disampaikan Herlina (46) anak sulung korban. "Terdapat luka di bagian kepala belakang, luka bagian dahi/pelipis, memar melintang di bagian leher dan kedua bagian telinga bawah tempat anting biasa dipakai juga hilang seperti diiris benda tajam," ujar Herlina.
Herlina juga menyebut adanya barang korban yang hilang. "Kami menemukan dompet korban di dalam kamarnya hanya tinggal surat barang emasnya, sementara isinya dan uang sudah tidak ada. Baru itu yang ketahuan oleh kami keluarga," imbuhnya.
Pihak keluarga mengatakan, jenazah korban telah dibawa oleh petugas Polsek Penengahan ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk kepentingan penyelidikan dan visum.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga yang ditinggalkan. Mereka berharap aparat kepolisian segera bekerja cepat untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku.