Lampung Timur Ubah Euforia Final Piala Dunia Menjadi Peluang Ekonomi

Sesi foto bersama
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memanfaatkan gelaran nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 di Pasar Sukadana sebagai strategi menggerakkan ekonomi masyarakat

img_title Malam Puncak Bakauheni Harbour City 2026 Dipadati Ribuan Pengunjung, Lapak UMKM Ludes Ditransaksikan

 

Kegiatan yang digelar bersama Luntur Pro Organizer, Pemuda Sukadana, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu diharapkan mampu meningkatkan transaksi perdagangan sekaligus menghidupkan pusat perekonomian daerah.

img_title PRI Lampung Ingin Jadi Penyumbang Suara Terbesar, Struktur Partai Dibongkar Ulang

 

Sekretaris Daerah Lampung Timur Rusram Effendy mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh penyelenggaraan nobar karena dinilai tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM meningkatkan pendapatan.

img_title Dimeriahkan Kotak hingga Gilga Sahid, Harbour Fest 2026 Siap Digelar di Amphitheatre Menara Siger

 

"Kami Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan Nobar Final Piala Dunia 2026 yang digagas Luntur Pro Organizer. Ini adalah momentum yang tepat untuk menggerakkan UMKM, memberikan ruang kreativitas bagi Pemuda Sukadana, dan menjadikan Pasar Sukadana sebagai pusat aktivitas ekonomi dan hiburan masyarakat," kata Rusram.

 

Menurut Rusram, pemerintah ingin kegiatan tersebut menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung masyarakat. 

 

Karena itu, nobar tidak dipandang sekadar sebagai ajang menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, melainkan bagian dari upaya menghidupkan aktivitas perdagangan lokal.

 

Optimisme pemerintah didasarkan pada penyelenggaraan Festival Nobar Piala Dunia pada 21–23 Juni 2026. Saat itu, kawasan Pasar Sukadana dipadati pengunjung yang datang menyaksikan pertandingan melalui layar lebar. Ramainya masyarakat berdampak pada meningkatnya jumlah pembeli di lapak-lapak UMKM.

 

Sejumlah pedagang mengaku penjualan mereka naik selama festival berlangsung. Keramaian pengunjung membuat dagangan lebih cepat habis dibandingkan hari-hari biasa.

 

"Acara ini sangat membantu sekali untuk usaha UMKM, jadi dinilai sangat positif dan membantu," ujar salah seorang pedagang.

 

Selain meningkatkan omzet, para pedagang menilai penyelenggaraan kegiatan berlangsung tertib dan nyaman. Mereka mengaku dapat berjualan tanpa dibebani pungutan liar maupun biaya tambahan.

 

"Di sini juga enak, enggak ada dipungut biaya pungli atau apa pun. Sampah pun tidak diminta biaya, kami hanya menjaga kebersihan di area dagangan masing-masing," kata pedagang lainnya.

 

Sebelumnya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa festival nobar menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing UMKM melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. 

Halaman Selanjutnya
img_title